Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Kamis, 03 April 2014

Hakikat Pujian

اَلنَّاسُ يَمْدَحُونَكَ لِمَا يَظُنُّونَهُ فِيكَ فَكُن اَنتَ ذَامًّا لِنَفسِكَ لِمَا تَعلَمُهُ مِنهَا
Orang-orang memujimu atas apa yang mereka sangka ada pada dirimu. Karna itu celalah dirimu atas apa yang kau ketahui ada pada dirimu

          Manusia memujimu atas sifat-sifat terpuji yang ada padamu. Oleh karna itu, jangan kau tertipu dan terpesona oleh pujian mereka kepadamu, tapi celalah dirimu sendiri. Celalah dirimu karena apa yang tidak sesuai dengan saangkaan manusia kepadamu.
            Oleh sebab itu, Ali ra. sering berdoa, “Ya Allah, jadikan kami lebih baik dari pada apa yang mereka kira dan jangan tuntut kami dengan apa yang mereka katakan tentang kami. Ampuni dosa kami atas apa yang tidak mereka ketehui”. Sedangkan Ibnu Atho’illah berkata, “celalah dirimu!” bukan berarti bahwa kau disuruh untuk mendustakan perkataan manusia atau mencoba mengubah sangkaan mereka terhadapmu. Akan tetapi, maksudnya, kau tidak boleh tertipu atau terpesona dan tidak mengutamakan pengetahuanmu atas sangkaan mereka.
            Jika seorang pemuji berbohong, misalnya dengan terlalu berlebihan dalam memuji, dan kebohongannya telah diketahui, laksanakan sabda Rasul,“ Lemparkan debu di wajah para pemuji” pujian seperti itu dilarang.
            Demikian pula jika pujian dapat mendorong orang yang dipuji tertipu dan membuatnya melakukan kesalahan dalam dirinya sendiri maka laksanakan perintah Rasul,” jauhilah pujian karena ia sama dengan tindakan menyembelih seseorang”.

اَلْمُؤْمِنُ إِدَا مُدِحَ اِسْتَحْيَا مِن اللهِ أنْ يُثْنَى عَلَيْهِ بِوَصْفٍ لَا يَشْهَدُهُ مِنْ نَفْسِهِ
Seorang mukmin, jika dipuji, akan malu kepada Allah karena ia dipuji dengan sifat yang tidak ia dapati pada dirinya”
           
            Mukmin yang sejati adalah mukmin yang tidak mendapati pada dirinya sifat-sifat terpuji sehingga layak untuk dipuji. Dia hanya memandang bahwa sifat itu datang dari Allah. Jika manusia memujinya dan menyebut-nyebut kebaikannya, ia akan malu kepada Allah karena ia tidak mendapati sifat yang dipuji itu ada pada dirinya.
            Rasa malunya kepada Allah adalah rasa malu penuh takzim dan pengagungan kepada Allah dengan sifat-sifat yang tak ada padanya. Dengan begitu, ia akan bertambah benci dan jijik kepada dirinya sendiri, pandangannya terhadap kebaikan dan karunia Allah semakin besar. Inilah kesyukuran yang dengannya ia akan mendapatkan yang lebih dan selamat dari sikap nyaman dengan pujian para hamba.
اَجْهَلُ النَّاسِ مَنْ تَرَكَ يَقِيْنَ مَاعِنْدَهُ لِظَنِّ مَاعِنْدَالنَّاسِ
sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya karena mengikuti sangkaan orang-orang”

            Orang yang paling bodoh adalah orang yang meninggalkan keyakinan atau pengetahuan tentang kelemahan dan aib diri serta kekurangan hubungannya dengan Allah karna sangkaan orang-orang bahwa dirinya baik sehingga mereka memujinya. Jika orang yang dipuji itu tertipu dan yakin bahwa dirinya layak mendapat pujian tersebut serta terperdaya oleh kesaksian seluruh makhluk tentangnya, ia menjadi manusia terbodoh karena ia mengabaikan keyakinan dan lebih mengutamakan sangkaan tentangnya. Ia lebih mengutamakan sesuatu yang ada pada orang lain dari pada yang ada pada dirinya.
            Pujian dusta terhadapmu sama saja dengan ucapan orang-orang yang ingin mengolok-olokmu dengan berkata,” kotoran yang keluar dari  mulutmu baunya seperti minyak kasturi, dan kau rela, bahkan senang dengan cemoohanitu. Tentu saja aib diri yang diketahui seorang hamba lebih busuk dan lebih kotor dari pada kotoran yang keluar dari mulutmu”.*

#semoga dengan ini kita dapat memahami bukan hanya secara tekstual, dan kita dapat memposisikan dan mengkondisikan diri, ketika mendapat pujian-pujian dari makhluk Allah, dan yang pastinya yang patut kita imani, tiada yang pantas dipuji kecuali hanyalah Allah semata, dzat yang maha-maha terpuji.

* Kajian kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah Al-Iskandari, dengan ulasan mendalam Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalwati (Grand Syaikh Universitas Al-Azhar dan Mufti Madzab Syafi’i)

                                                                                                Semarang, kamis 3 April 2014.

Kamis, 13 Maret 2014

Pemakluman Untuk Maret

tentang maret yang sedikit2 kupetik dari kemarin, februari.
bisakah aku berdiri tanpa mengulik si kasih sayang itu?
terlalu banyak kata yang kau ulang untuk kau sisipkan di maret ini,
berdirilah tepat dibulan maret, perbaharuilah hanya dibulan maret,
ini tentang maret yang seyogyanya kau bedakan,
jua tentang esok, bulan april yang harus kau dirikan melebihi si maret,
cukup sendiri, kalau sekedar mengulas adalah suatu kebolehan. tentu.
hingga mei, juni, juli hingga berkelanjutannya nanti,
kau harus berdiri tepat di bulan-bulan yang kau pijaki,
bukan seperti ini, tanpa inovasi di kemudian hari,
cukup maret mempermalukan diri, 
dengan menjimpit-jimpit si kasih yang teramat kau sayangkan, adalah februari.
karna kau adalah bulan permulaan, yang dijanjikan tuhan dikemudian,
aku harus memaklumi.

sematkan makna ditiap-tiap pekan dari masing-masing bulan,
biar mereka memiliki rasa yang kau dan perlu di kehendaki,
selalu menggerutu memang, jika menyadari,
tapi selalu pemakluman menenagkan diri,
sepersekali ku perbolehkan memaklumi,
untuk esok, biar bulan selalu mandiri,
tak melulu minta dimaklumi,

maret, sampaikan salam permintaan maaf untuk si kasih sayang, februari.
janjikan esok kau punya makna tersendiri,
maret, berikan petuah untuk si bulan dikemudian,
katakan kelak mereka harus punya warna tersendiri,
sisanya kau nikmati saja hari ini,...
:)  






Rabu, 12 Maret 2014

TANDA-TANDA MATINYA HATI



"من علامات موت القلب عدم الحزن على مافاتك من الموافقات وترك الندم على ملفعلته من وجود الزلات"
Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya presaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan

                Tanda hidupnya hati adalah memancarnya cahaya ilahi dari hati mu meskipun kau belum mendapat cahaya itu karena tebalnya hijabmu.
Kesedihanmu atas ketaatan yang terlewatkan dan penyesalan mu atas kesalahan yang telah kau lakukan atau kebahagiaanmu atas amal-amal baikmu dan kesedihanmu atas amal-amal burukmu membuktikan bahwa kau termasuk ahli iradah (orang yang dikehendaki dan dicintai Allah). Oleh karena itu, giatlah dalam beramal saleh dan jangan malas.

لايعظم الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظن باالله تعالى فأن من عرف ربه اتسغر في جنب كرمه ذنبه
Jangan sampai dosa yang kau anggap besar menghalangimu untuk berbaik sangka kepada-Nya. Siapa yang mengenal tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika dibandingkan dengan kemurahan-Nya.”

                Jangan kau anggap dosa yang kau lakukan itu besar dan tidak dapat diampuni sehingga membuatmu putus asa dari rahmat tuhanmu. Anggapan semacam itu termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan lebih buruk daripada dosa yang kau lakukan.
                Hal itu mencerminkan ketidak tahuanmu tentang tuhanmu dan memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri di hadapan tuhanmu. siapa yang mengenal tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja yang tidak ada ampunan dan maafnya.
                Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan yang terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
                Ibnu Mas’ud berkata, “seorang mukmin melihat dosa seperti melihat gunung yang besar. Ia takut dosa itu runtuh menimpanya. Sementara itu, seorang pendosa melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang hinggap dihidungnya. Ketika ia menepisnya, lalat itupun terbang dan hinggap kembali”.
                Ada yang berkata.”semakin ketaatan seseorang dianggap kecil maka ia semakin besar di sisi Allah. semakin maksiat dianggap besar maka ia akan semakin kecil disisi-Nya.

لا صغيرة اذا قابلك عدله ولا كبيرة اذا واجهك فضله
“Tidak ada dosa kecil jika dihadapkan pada keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika dihadapkan pada karunia-Nya”

                Ketika keadilan Allah berbicara, semua dosa adalah besar. Keadilan Allah adalah kuasa-Nya untuk melakukan apa saja, tanpa adanya yng bisa menahan dan melarang-Nya. Jika sifatadil Allah muncul dihadapan orang yang dibenci-Nya, kebaikan-kebaikan orang itu akan diabaikan dan dosa-dosa kecilnya akan diperbesar.
                Adapun karunia Allah adalah pemberian-Nya tanpa berharap balasan dan ganti. Jika karunia itu diberikan Kepadamu, dosamu akan menjadi kecil. Jika sifat murah hati-Nya muncul dihadapan orang yang dicntai-Nya, semua kesalahan dan keburukannya akan diabaikan, sedangkan dosa besarnya akan dipandang kecil.
                Oleh sebab itu Asy-Syadzali kerap berdoa,” Ya Allah jadikanlah keburukan kami keburukan orang-orang yang kau cintai dan jangan jadikan kebaikan kami kebaikan orang yang kau benci.”


#Dinukil dari kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’iilah As-Iskandari dengan ulasan mendalam Syeikh AbdullahAsy-Syarqawi Al-Khalwati

Minggu, 09 Maret 2014

TENTANG WAKTU

lupa adalah hal alamiah yang dapat dilakukan oleh semua orang. karna setiap hari kita mengukir kenangan baru dengan tanpa sengaja menimbun pijakan terdahulu.  Meskipun selalu menginginkan hari ini adalah kenangan terkesan, selalu lupa kala-kala apa kenangan paling berkesan dikemudian hari. ketika itu menjadi sebuah tanda tanya?. mungkin saja jika kau tanya tentang memory paling berkesan di kehidupan ku dengan mu aku bingung terhadap sebuah jawaban “apa”. yang mungkin kemarin-kemarin aku sempat menyematkan suatu waktu tersebut.
Masalah waktu, yang mengaburkan rasa dikemudian hari.

Mungkin hari ini begitu bahagia membuncah di kedalaman hari, akan tetapi esok mungkin setengah-setengan masih mengelora, hingga lusa sayup-sayup masih menggema, coba pekan nanti, ia hanya akan tersisip dijajaran kenangan lain yang sudah menumpu diberanda memori. tak sepesial lagi. hanya masalah waktu tentang melunturkan rasa.

Begitu juga tentang luka, yang menganga di kesekejapan waktu, begitu pilu hingga ke ulu. Pun masalah waktu. akan selalu redam di keesokan waktu. Jangan takut lukamu mengabadi. nikmati luka dihari ini, esok, lusa, peka kemudian, selalu akan terganti, karna tak ada waktu yang terhenti. untuk menyembuhkan luka yang dan menukarnya dengan luka baru.

Semuanya adalah tentang waktu, yang berjalan hingga dikemudaian hari. Aku dan engkau butuh waktu, karena semuanya masalah waktu. untuk mengaburkan luka bahkan melenyapkan suka.

Rabu, 05 Maret 2014

misteri indahnya pulang







"Inilah gunanya pergi!"

Cuma dengan pergi, manusia akan mengerti indahnya pulang.

Cuma kepergian yang membuat pulang terasa berharga.

Untuk mencintai, manusia membutuhkan jarak pandang. Kita tak bisa mencintai kampung dengan perasaan gaib, seperti ini justru ketika kita masih benar2 tinggal dikampung.

Dan setiap kita pulang ke kampung, kita memutar kembali seluruh imajinasi dengan jarak penuh.

"inilah pentingnya membuat jarak pandang"

jarak yang kemudian membuat objek2 menjadi lebih unik jika dipandang dari kemajuan.

Gunung2 menjadi lebih biru. Padahal di kedekatan, gunung itu hanyalah sehimpunan jurang dan batu.

Keindahan yang nampak dari kejauhan itu, ada kalanya malah bercerai bahaya di kedekatan.

Inilah misteri pulang dan pergi itu.

Di dalam kedekatan, saudara2 yang berkumpul hanya berarti pertengkaran.

Perasaan kangen dan kehilangan baru muncul setelah mereka berjauhan.

Beginilah rasanya pulang setelah perang.

Padahal bukan perjalanan jauh, padahal ini bukan perang besar.

Cuma sejengkal jarak.

Jadi, betapa belum seberapa jarak ini, betapa belum berarti peperangan ini.

Walau sekecil apapun penderitaan itu, jika sanggup dirampungkan, ternyata telah mendatangkan begitu besar kegembiraan.

Maka makin jauh perjalanan, makin banyak penderitaan, pasti makin tak terkira kegembiraan yang ditabungkan ketika pulang,...

# dikutip dari pak prie gs dalam bukunya elegi surtini dan ayunda (buku ketiga novel motivasi "ipung")

dengan sedikit penambahan dan pengurang kata :)

guncangan dalam doa



Mungkinkah ini sebuah tanda,...

Bahwa keislaman saya memang sekualitas buih,...

Mudah terombang-ambingkan zaman, tanpa memperhatikan pedoman yang telah diajarkan,...

Rapuh, ditengah ancaman ombak pemahaman yang bisa menghancurkan,...

Lalu tenggelam dalam kebingunan,...

Pelan-pelan,...

Semakin dalam,...

Menjadi sebuah bagian,...

Dalam kegelapan,...

Tidak!

Saya tidak mau seperti itu,...!

Ya, Allah,...

Kau yang maha penolong,...

Saya mohon, tolong saya,...

Sekali lagi ya Allah, tolong kuatkan hati saya, hati kami,...

Agar kami bisa terlepas dari racun-racun yang mungkin mengalir dalam darah dan pikiran kami,...

#33 pesan nabi (jaga hati, buka pikiran)

dandelion poem

nothing more than freedom 
it’s petals fluter away
towards the heaven
towards are the ground
they fly in an open place
even inside of on underground
but it blooms once
just in the spring season
dandelions are like humans
free but trapped in one chance
why can’t have freedom?
cause we take the wrong moments
but
free can be everybody
we just can’t see it
with our eyes closed
not like
dandelions do

KESADARAN PLURALISME: BAHWA PERBEDAAN MERUPAKAN SEBUAH KENISCAYAAN


Agama, dalam kehidupan manusia didunia tak akan pernah lepas dari peranan agama yang mengaturnya. Karena dalam penciptaan dunia dan alam semesta ini, tak dapat dipungkiri adanya sang pencipta yang dinamakan tuhan, dan tuhan dalam manusia terkonsep dalam susunan tertinggi pemilik agama. Yang disitu agama memiliki peran penting dalam mengatur kehidupan manusia sesuai dengan standar ajaran yang ditata didalamnya.
            Dan ketika kita berbicara mengenai agama, didunia ini kita akan memenukan berbagai ragam agama didalamnya. Terdapat banyak paham agama yang tersebar di dunia yang mereka memiliki keyakinan mengenai tuhan, ajaran-ajaran atau risalah, ritual-ritual, atau seantah berantah mengenai agama didalamnya, yang terkonsep berbeda-beda. Meskipun kesemua agama itu memiliki perbedaan, akan tetapi inti dari kesemua ajaran yang diajarkan adalah tentang kebaikan. Nah yang menjadi permasalahan klasik didunia ini adalah perbedaan. Karena dapat kita ketahui, tak semua manusia atau golongan itu dapat berbaur rapih dengan adanya perbedaan. adakalanya dan bahkan realitanya perbedaan itu yang menjadikan manusia tak dapat bersatu dan bahkan saling mencerai beraikan, dan yang paling fatalnya adalah sikap saling menikam dari satu pihak dengan yang lainnya, yang berusaha menjadi pihak yang paling puncak dan unggul dalam sebuah kebenaran yang dibawa dalam risalah agamanya.
            Indonesia adalah salah satu negara yang didalamnya terdapat benyak keberagaman agama yang statusnya diakui sebagai agama resmi. tercatat 6 (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu) agama yang di legalkan. Indonesia di pandangan sebagai negara yang sukses menyandingkan umat-umat beragama yang hidup dalam selingkungan dan menjadikan sebentuk kerukunan umat beragama. Opini itu dapat terlihat dari adanya beberapa tempat peribadatan yang berdiri kokoh berdampingan, adanya ritual doa bersama antar umat beragama, dan lain sebagainya.
            Kunci utama sebuah kerukunan umat beragama adalah sebuah kesadaran dan kedewasaaan pemikiran mengenai sebuah perbedaan. Manusia yang memiliki kesadaran pluralis dapat memahami setiap apa yang dia lihat. ia tidak mudah menjudge sesuatu yang tampak. Pada dasarnya dalam ajaran agama setiap agama memiliki materi risalah yang secara pemahaman umum mengajak kepada kebaikan yang dalam artian mencakup banyak hal. salah satunya mengenai bahwa manusia dilahirkan dengan suatu perbedaan, yang mana kita harus bisa menerima dengan pemahaman yang baik. Hanya saja terkadang yang menjadi pemicu adanya rasa sentimentil antar agama adalah sikap egoisme emosi, dangkalnya pengetahuan di dalam agamanya, ataupun faktor lain.          
            Oleh karena itu diharapkan masing-masing individu dapat hidup berangkulan antar umat beragama dalam suatu lingkungan. dan pemikiran tersebut tak terlepas dari pengetahuan dan latar belakang yang menjadi mindset individu ataupun kelompok.
           
           























                                  

sajak-sajak keengganan 6

masih tentang cinta,
karna aku masih muda!

kemarin aku bertanya tentang rasa,
tuhan mematuk-matuk merencana,
kemarin aku memaksa,
katanya tuhan terlalu lama,
kemarin aku mersa,
duganya tuhan terlampau jengkel terhadap pintanya,
kemaren aku bahagia,
mungkin tuhan memaklumiya,
hingga kini ia terluka,
ia pun mengutuk tuhan sekenanya,

melanglang buana mencari makna,
sembari mengutuk pun ia lalui,
belum terima, katanya,
hingga beranjakpun usia muda,
ketika dewasa menjuntai di kenyangnya masa,
ia menyadari,
ialah yang memaksa memintanya,

semstinya,
tuhan selalu mencipta rencana  tentang indahnya rasa,
hanya kau yang merengek2 meminta luka,

yang kau bilang fatamorgana,...

sajak-sajak keengganan 5

terbengkalai,
kau mengambangkan gores2 imaji,
kala menyerbu ongkokan,
kau menelantarkan rangakian di sepanjang tapakan,
biar jatuh kata-perkata,
mungkin masa masih terasa,
pikirnya kala dulu,
nyatanya, seaksar apun kau lupa,
bergegaspun akhirnya kau kembali,
mengulik tapak di waktu lampau,
sayang teramat sayang,
bahkan sekedar jejakpun ia raib,
terpungut ia-ia yang peduli,

tanpa menunggu waktu berhenti,...

Minggu, 02 Maret 2014

sajak-sajak pertaubatan

sesekali menganjurkan jiwa tertawa,
haha,...
semenjak deklarasi menyetempel diri,
hingga manusia memuji,
malu-malu aku menjalani,
mengasingkan adam selain dia,
saat berkala dahulu kala,
gulir-gulir berdatang lewat menyapa,
kedinginan aku tetap bersahaja,
menyilahkan masing-masing,
biar berlalu saja!

semarang, 1 Maret 14 22:07


kelak-kelak aku terglintir,
siapa yang tau jika hujan itu deras,
yang kala-kala meluapkan kanal-Nya,
hingga menghanyutkan aku entah kemana
semarang, 1 Maret 14 22: 07


sekali-kali aku menyimpang,
menyerempetkan diri lewat kendara-kendara,
biar luka itu pasti ada,
tapi bekas selalu mengelupas,
semarang, 1 Maret 14 21:54


terlalu dini untuk aku berdiri,
tapi duniamu menimpaku,
lumpuh seketika!
semarang, 1 Maret 14 22:13





aku kapok gusti,
memalingkan diri dari perintiman kita,
kala hamba memadu cinta kita,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
menelantarkan malam-malam pemujaan,
mengganti ritual pembunuhan,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
memelepas kesucian perawanku,
mengumbar cinta pun aku ternoda,
beginilah jadinya,
taubat, perawan  kembali!
seketika.

Kamis, 20 Februari 2014

sajak keengganan 4


aku memulainya dengan menata,
selalu sejajar hati ini aku jaga,
mewanti-wanti kala angin menggoyahkannya,
rasa apa yang kau rasakan,
bahkan damaipun tidak,
sebab apa dunia menyeringai di permukaanmu?
sebab apa gelugur mendung menyelimuti purnamu?
sebab  apa?
kau gusar, bahkan  kala kau selalu menjaganya?
hati yang lembek,
kau pecundang,

nikmatilah sesruput kopi,
pahitpun ia, selalu tak terasa,
ada gula yang merengkuhnya,
bahkan kopi pun bukan kopi gula,
jika kau sebut,

nikmatilah seteguk teh,
sepahpun ia, selalu tak terasa,
jika kau sandingkan ia dengan sejruput gula-gula,
bahkan manis pun ia teh, bukan teh gula-gula,

mereka tak mengkunci kesendiriannya,
tak meng-ego jati dirinya,
agar ia dapat kau nikmati,
melarutkan diri secampur dengan gula-gula adalah sensai,
ia menikmati,
sehingga iapun dinikmati,

sama seperti hidup mu, ku, kita,
mungkin?
nikmati hidupmu,
jangan terlalu memanjakannya,
biar ia mengembara bersama alur yang tetap kau  jaga,
campurkan ia dengan rasa-rasa fatamorgana,
biar selalu ada keluh kesah sekalian,
ia pun tak ada,
larutkan kegaduhan dengan tatap seorang jagoan,
sesekali ajak kau berdansa dengan rebut,
biar tau rasa, dan maknanya,
rasakan ia layaknya gula-gula,
selalu manis bakan ketia ia tak bernama,
kala kopi teh pun menyandingnya.
ingat pepatah,..
“Jika kita keras pada diri kita maka dunia akan lunak pada kita, tapi jika kita lunak pada diri kita maka dunia akan keras pada kita”

dan, “Lautan yang tenang, tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”

sajak keengganan 3


biar aku sepersetengah dari mu,
biar,
biar aku selalu begitu,
aku suka menatapmu,
meski curi aku mencuri,
menikmati bahagiamu,
adalah cicipan rasa untukku,
meski mereka menyandingkan,
selalupun aku yang  tau,
tentang aku,
bahkan bukan dengan pandangan,
karna ini tentang perasaan,
yang tak mesti dapat dipandang,
tepat ½ itu, kau adalah ratu,

sedang aku adalah babu!

sajak keengganan 2


bunga, jangan layu,
diusia mana kau terlalu lesu,
bukankah waktu itu kau berjanji padaku?
biar ia menghujanimu,

kala  atap berjingga ria,
ia bersigap memenengadahkan pandangan,
menatap sendu menikmati elokmu,
membuang penat di warnamu,
merah,
bunga apa kau merah,
mawar, melati, anggrek, lili, bangkai sekalian?

mengapa?
jika layu, merah itu apa?
hendak tumbangkah engkau?
diusia yang tak ku mengenal warsa,

sedangkan tak ada yang lupa tentang hujan untuk mu!

sajak keengganan 1

aku adalah buronan,
meski aku bukanlah tersangka,
hidupkan aku disela-sela,
tralis besi bersejajar vertikal, mengapa tak horizontal?
sebegitukah gambaran ku,
ataukah diri berhalusinasi,

mencekal diri bukanlah sebuah harapan,
ketika kau terbawa arus dalam tekanan,
aku berlari, dalam khayalan,
sebentuk senyum adalah tipuan,

jangan percaya aku,
aku minta begitu,
semua suaku hanya semu,
sayup-sayup tersampai dari batin,...

aku mati,

hipertensi tingkat tinggi!

Minggu, 16 Februari 2014

Bab Diangkat dan Dicabutnya Ilmu, Serta Munculnya Kebodohan Serta Kekacauan di Akhir Zaman


حديث انس بن مالك رضالله عنه قال؛ قال رسوالله عليع وسلم؛ ان من اشراط الساعة ان يرفع العلم 
ويثبت الجهل ويشرب الخمر و يظهر الزنا 


"diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah bersabda: sesungguhnya di antara ciri-ciri kiamat adalah diangkatnya ilmu, tetapnya kebodohan, dan diminumnya khamr dan munculnya perzinahan." (disebutkan oleh Bukhari pada kitab ke-3 kitab ilmu, bab ke-21 bab diangkatnya ilmu dan munculnya kebodohan. Kitab Al-Lu'lu' Wal Marjan)"


Penjelasan:
# "Diangkatnya ilmu, yaitu dengan meninggalnya orang-orang pembawa ilmu, dan bukannya dengan                   menghapusnya dari dada mereka.
# "Diminumnya khamr, yaitu banyaknya orang yang meminum khamr.
# "Munculnya perzinahan, yaitu merebaknya perzinahan itu sendiri.
   

حديس ابي موسي  رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال؛ ان بين يدي الساعة اياما يرفع فيها العلم ينزل فيها الجهل ويكثر فيها الهرج و الهرج القتل


"diriwayatkan dari Abu Musa, Nabi bersabda: sesungguhnya ada beberapa harisebelum kiamat, (dimana diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan dan banyaknya pembunuhan. (disebutkan oleh Bukhori pada kitab ke-92 kitab kekacauan bab ke-5 bab munculnya kekacauan)"


penjelasan:
# "Munculnya kebodohan, yaitu terjadinya kejadian-kejadian yang membuat orang meninggalkan kesibukan       mencari ilmu.
# "Al-Harj, arti asalnya adalah bercampur dan berselisih. namun diartikan pembunnuhan secara majaz,              karena bercampurnya pergaulan yang disertai dengan perselisihan yang biasanya dapat mengarah kepada      pembunuhan.


kesimpulan sementara:
# mengenai diangkatnya ilmu sangat jelas sekali kita lihat, pada kurun awal tahun 2014 ini telah banyak ulama'-ulama, kyai-kyai dan para pasak bumi ini wafat memenuhi panggilan Allah, seprti Rois amm mbah yai Sahal Mahfudz, kyai PP Al-Munawwir Krapyak KH Zainal Abidin Munawwir, Habib Mundzir Al-Musawwa dan lain sebagainya,...
mengenai khamr apalagi, kini kita kerap disuguhi berita tantang pesta-pesta oplosan lewat televisi. sungguh dengan populer sekali lagu oplosan sebagai penasehat dangdutnya,...
munculnya kebodohan, jika kita rasa-rasa benar sekali dirasa termasuk saya sendiri ini, kalau saya menangkapnya lewat teknologi2 canggih yang semakin marak bermunculan, bagaimana ia mengalihkan perhatian bahkan mengendalikan pikiran sehingga menjadikan kebanyakan manusia tak konsen dengan bidang2 keilmuan, ia dan termasuk saya dilenakan oleh varian-varian  tersebut. Astaghfirullah! semoga Allah mengampuni kita.
Al-Harj, kini ia pun tak jauh beda dengan minuman khamr, berita tantang pembunuhan seperti ini sudah akrab menyambangi telinga pemirsa di hadapan televisi. bahkan kini pun menjadi perkara tak asing jika para remaja sampai kalangan anak-anak pun menjangkiti,...

dengan melihat kenyataan yang sesuai ini, mau dikata apalagi jika inilah nyata sebuah tanda, begitupun saya tetap menyakini tak ada hari akhir semakin lama dinanti, betapapun kini waktu semakin maju, semakin mendekatlah hari itu tiba. semoga kita dijadikan hamba Allah yang sadar dan mendapat taufiq hidayahnya sehingga mendapat rahmat rahimnya. amin,...




Sabtu, 15 Februari 2014

Mintalah Kepada Allah, Pasti Terkabul


َمَاتَوَقّفَ مَطْلَبٌ َانْتَ طَا لِبُةُ بِرَبِّكَ وَلَاتَيَسَّرَ مَطْلَبُ َانْتَ طَا ِلبُةُ بِنَفْسِك

"Apa yang kau minta tiak akan terhalang, selama kau memintanya kepada tuhanmu. Namun, apa yang kau minta tak akan datang selama kau mengandalkan dirimu sendiri"

Ibnu Atha'illlah Al-Iskandari

Permintaan yang dimaksud pada hikmah ini bersifat umum, baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Apa yang kau minta dan inginkan tidak akan terhaang selama dalam mencarinya kau tetap memperhatikan tuhanmu, menghadirkan-Nya dalam hatimu, dan bersandar kepada-Nya agar memudahkan permintaan dan urusanmu. Namun permintaan itu sulit kau raih bila kau lalai dari-Nya dan bersandar kepada orang-orang disekitarmu atau pada kekuatanmu sendiri.

Barang siapa menyerahkan segala kebutuhannya kepada Allah berlindung dan bertawakal kepada-Nya, Allah akan mencukupi kebutuhannya, mendekatkan yang jauh darinya, dan memudahkan segala yang sulit baginya. Barang siapa yangmegandalkan ilmu dan akalnya serta bersandar  pada kekuatan dan kemamuannya, Allah akan mempersulit dan membuatnya gagal. apa yang diinginkan dan dibutuhkannya itu tak akan mudah didapatkan dan sulit diwujudkan.

مِنْ عَلَا مَاتِ النّجَحِ فِي النّهَايَاتِ الرُّجُوعُ اِلَي الله فِي الْبِدَايَاتِي

Di antara  tanda keberhasilan di akhir adalah kembali kepada Allah di awal.

Langkah awwal seorang murid patut diperbaiki demi memperbesar kemungkinannya untuk sampai hingga akhir perjalanannya. Siapa yang memperbaiki dan meluruskan langkah awalnya dengan kembali kepada Allah dan tawakal kepada-Nya serta memohon pertolongan-Nya, bukan tergantung pada amalnya yangkurang sempurna, pada akhirnya ia akan sukses dan berhasil. Ia akan sampai pada tujuan akhirnya dan tidak akan goyah di perjalanannya. Barang siapa yang tidak melakukan hal itu maka di tengah jalan ia akan terhenti dan pulang kembali ketempat pemberangkatannya semula.

Seorang 'arif berkata " siapa yang mengira bahwa ia telah sampai kepada Allah tanpa bantuan-Nya maka ia akan berhenti di jalan. Siapa yang memohon bantuan dirinya sendiri dalam beribadah kepada Allah, maka ia akan  bergantung pada dirinya sendiri. 

(Buku Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalawati)

#Sebuah kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah dalam segala apapun permintaanmu sandarkan kesemua mu kepada Allah, bukan pada diri sendiri, orang lain, kemampuan, ilmu, kesaktian, atau apalah yang ada pada diri makhluk ciptaannya. Karena Allah tidak ridho. Datanglah kepada-Nya Allah, sang maha segala yang jangan kau bandingkan dengan makhluk, karna ia tak sebanding dengan apapun. Bersandarlah pada-Nya maka kau akan dipeluk dalam kasih sayang-Nya. Akan tetapi jangan senang datang dalam waktu yang begitu tiba-tiba, hanya ketika dentuman badai mengoyakmu kau terbirit-birit mengadu pilu pada sang Maha, karna tak selalu seketika doa permintaanmu itu terkabul oleh-Nya, buka karna tak bisa, tapi karna kau datang terlambat. Agar tak menjadi sesuatu yang mendesak kejarlah Ia sewaktu-waktu dalam lapang dan juga sempitmu, dalam suka maupun duka, dalam semua waktu singkatnya. Ingat Allah bukan hambanya,...
Semoga kita selalu menjadi makhluk yang  mendapat rahman rahim-Nya. amin

Ingin Dikenal Istimewa Adalah Bukti Tidak Adanya Kesungguhan Dalam Penghambaan


َاِسْتِشْرَافُكَ اَنْ يَعْلَمَ اْلخَلْقُ بِخُصُوْصِيَّتِكَ دَلِيْلٌ عَلَى عَدَمِ صِدْقِكَ فِى عُبُوْدِيّتِك

"keinginanmu agar orang mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidaktulusanmu dalam 'ubudiyah-mu"

Ibnu Athailah Al-Iskandari

Keinginanmu agar keistimewaan atau kelebihan yang diberikan Allah kepadamu yang berupa ilmu, amal saleh, atau ahwal batin diketahui orang lainadalah  bukti ketidak ikhlasanmu dalam 'ubudiah-mu.

Keikhlasan dalam 'ubudiyah bermakna kau menyingkirkan segala hal yang bernuansa kemakhlukan dan tidak pernah menoleh ke arahnya. Sekiranya engkau tulus menyembah tuhanmu, niscaya kau cukup puas dengan hanya kau diketahui-Nya. Kau juga tidak akan suka jika orang lain mengetahui sebab hal itu dapat membuatnya iri hati kepadamu atas kondisimu akibat pandangannya yang besar terhadap kemakhlukan.

Sebagian ada orang yang suka jika amalannya dilihat manusia. Orang seperti ini riya' dalam amalannya. Barang siapa yang kondisinya ingin dilihat manusia, berarti ia pembohong. Ini biasanya terjadi diawal upayanya meniti jalan Allah (suluk). Akan tetapi jika seorang hamba telah mendapat makrifah musyahadah, tak masalah baginya untuk memberikan amalan-amalannya dan menampakkan kebaikan ahwalnya karena hal itu bertujuan UNTUK MENUNAIKAN HAK SYUKURNYA KEPADA ALLAH SERTA AGAR BANYAK ORANG MENGIKUTI JEJAKNYA.

Pada awalnya, ahli tarekat membangun prilaku mereka atas sikap menjauh dari makhluk, menyendiri dengan yang maha haq, dan menyembunyikan amal dan ahwalnya untuk mewujudkan kefanaan mereka, mengukuhkan kezuhudannya, menjaga keselamatan hati mereka, dan ingin mengikhlaskan amal mereka untuk tuhan semata. Sampai ketika keyakinan telah merasuki diri mereka dengan kuat dan mereka telah mendapatkan hakekat kefanaan, jika Allah berkehendak, dia akan menampakkan mereka dihadapan manusia, jika Dia tak berkehendak, dia akan menutupi dari mereka. Keinginan ahli tarekat tidak bergantung pada tampak atau tidaknya amal mereka di hadapan manusia. Mereka hanya mengembalikan segala urusan dan perkaranya kepada Allah semata.

(Buku Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalawati)

#Al-Hikam adalah kitab tasawuf tulen, sehingga tak ayal ketika kita menilik inti dari setiap pesannya sungguh bukan hal mudah dijalani orang-orang seperti kita, karena ini semua adalah gambaran gambaran penghambaan para sufi-sufi bertingkat tinggi, bukan kita hamba pendosa. Akan tetapi tak apalah kita  sekali-kali belajar setingkat dari para mereka yang mulia, perlahan-lahan kita petik ilmu-ilmu, dengan pengharapan semoga kelah Allah meridhoi kita menjadi insan yang semakin membaik dari hari keharinya. belajar bukanlah sebuah dosa buka? :)



sekedar angin lalu, laluilah,...!

aku menyukaimu lewat ambisi yang kubangun,...
sedari mereka lalai, aq bersikeras menumpu,...
aku mencuri start,...
lewat batas-batas keterbatasan, aku butuh teman,...
mencari ia, menangkap, dan menguburnya dalam-dalam,
dalamnya hati,...
laihailah ia memantra-mantra temuan, lalu ku dendangkan,...
tak terhitung waktu yang kuhitung,...
tak sabar menanti waktu yang tiba,...
bertemu ambisi dipenghujung jalanan,...
denting pun mengeja nada dipendengaran waktu,...
hey, belum datang waktu mu, adapun mereka datang memimta padamu,..
berguru ambisi,...
darimana mereka tau? katanya, karena dentingmu menggaung lewat telinga-telinga tak bersekat,...
tak ada yang menguncinya rapat,...
hinggapun aku jawab dengan senang hati,...

alurku,
ku percepat saja hingga tiba,...
di ambang waktu untuk aku,...
menemuinya, ambisi,..
hanya,
tiba-tiba ambisiku, 180 drajat kedinginan memanas bergantian,...
memporak-porandakan kelampauan,...
0.1 detik yang ku dahului, terhenti di angka 1 yang membuat semua beriringan,...
dan kini berjalan bersama,...
hey, kamu memiliki ambisi yang tertinggal bukan,?
ia, hanya kini pun aku tak suka berambisi,...
aku suka menikmati tanpa ia yang menggebu2,...
dan tuhan mendengarkan ku,...
dan yakin happy ending ku,...
#dan kau tau akhir dari awal ambisi terawalku,...
ia, benar-benar menjadi awal sebuah cerita tentang suka ku menyukainya,...lagu-lagu itu!

Sajak Rindu KU




rindu,..
bagiku
ia seperti uap 
dalam tanakan
ia mengepulkan hawanya
mendesak-desak, dalam tekanan, menuntut ruang bebas,
hingga kucur-mengucurnya keringat nasi,
tak dapat bernafas, terus berdetak merancu,
tak akan pernah usai
hingga waktu kau matang dan aku menurunkannya dari tungku,dan membuka tudungmu
terkaburlah ia bersama ruang dan bernafas lega,
memeluk pasang perindu,...


seperti rindu mu pun begitu,
berinti memaksa
mengedor-geor gelora jiwa
mengkacau segenap raga
bersabarlah, jangan merancu
jika tak ingin lelah begitu mengucur,
percayalah
ia selalu datang tepat waktu, dan
pada waktu yang tepat,...


tapi nyatanya rindu selalu tak lelah
ia tak mengenalnya
karna ia bukan manusia
hanya perasa yang dibawanya
dan membuat lelahnya manusia,...

Hapus Aku

aku berusaha, menghapus diri dari masing2 indramu,
menghapus aku dari penglihatmu,...
agar sosokku tak mengabur buramkan sapuan pandang mu,


sehingga, kejernihan tetep menjadi milik sorotan mu,
menghapus aku dari pendengarmu,...
agar nada suaku, tak mengusik bisik di sela damai mu,
sehingga melodi nyiur tetap mengalun diberanda gaung mu,
menghapus aku dari penciummu,...
agar aroma hadir ku, tak membau oleh endusanmu,
sehingga semerbak wewangian saja, yang hilir mudik di tarikan nafasmu,
menghapus aku dari perabamu,
agar kau tak susah berpayah menyapa genggam sua,
sehingga kau dapat berpegang, dengan tangan yang kau genggam kokoh,
dan mengapus aku dari perasamu,...
agar kau tak mengicip rasa cinta dari ku,
sehinggka kurasa cukup kau tau asin, asam, manis sebagai cita rasa pengenalmu,

meski kau undang,
tak usahlah aku hadir lewat indra yang ke-6,...
karna aku tau kau tak memiliki, nya,...