Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Kamis, 13 Maret 2014

Pemakluman Untuk Maret

tentang maret yang sedikit2 kupetik dari kemarin, februari.
bisakah aku berdiri tanpa mengulik si kasih sayang itu?
terlalu banyak kata yang kau ulang untuk kau sisipkan di maret ini,
berdirilah tepat dibulan maret, perbaharuilah hanya dibulan maret,
ini tentang maret yang seyogyanya kau bedakan,
jua tentang esok, bulan april yang harus kau dirikan melebihi si maret,
cukup sendiri, kalau sekedar mengulas adalah suatu kebolehan. tentu.
hingga mei, juni, juli hingga berkelanjutannya nanti,
kau harus berdiri tepat di bulan-bulan yang kau pijaki,
bukan seperti ini, tanpa inovasi di kemudian hari,
cukup maret mempermalukan diri, 
dengan menjimpit-jimpit si kasih yang teramat kau sayangkan, adalah februari.
karna kau adalah bulan permulaan, yang dijanjikan tuhan dikemudian,
aku harus memaklumi.

sematkan makna ditiap-tiap pekan dari masing-masing bulan,
biar mereka memiliki rasa yang kau dan perlu di kehendaki,
selalu menggerutu memang, jika menyadari,
tapi selalu pemakluman menenagkan diri,
sepersekali ku perbolehkan memaklumi,
untuk esok, biar bulan selalu mandiri,
tak melulu minta dimaklumi,

maret, sampaikan salam permintaan maaf untuk si kasih sayang, februari.
janjikan esok kau punya makna tersendiri,
maret, berikan petuah untuk si bulan dikemudian,
katakan kelak mereka harus punya warna tersendiri,
sisanya kau nikmati saja hari ini,...
:)  






Rabu, 12 Maret 2014

TANDA-TANDA MATINYA HATI



"من علامات موت القلب عدم الحزن على مافاتك من الموافقات وترك الندم على ملفعلته من وجود الزلات"
Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya presaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan

                Tanda hidupnya hati adalah memancarnya cahaya ilahi dari hati mu meskipun kau belum mendapat cahaya itu karena tebalnya hijabmu.
Kesedihanmu atas ketaatan yang terlewatkan dan penyesalan mu atas kesalahan yang telah kau lakukan atau kebahagiaanmu atas amal-amal baikmu dan kesedihanmu atas amal-amal burukmu membuktikan bahwa kau termasuk ahli iradah (orang yang dikehendaki dan dicintai Allah). Oleh karena itu, giatlah dalam beramal saleh dan jangan malas.

لايعظم الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظن باالله تعالى فأن من عرف ربه اتسغر في جنب كرمه ذنبه
Jangan sampai dosa yang kau anggap besar menghalangimu untuk berbaik sangka kepada-Nya. Siapa yang mengenal tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika dibandingkan dengan kemurahan-Nya.”

                Jangan kau anggap dosa yang kau lakukan itu besar dan tidak dapat diampuni sehingga membuatmu putus asa dari rahmat tuhanmu. Anggapan semacam itu termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan lebih buruk daripada dosa yang kau lakukan.
                Hal itu mencerminkan ketidak tahuanmu tentang tuhanmu dan memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri di hadapan tuhanmu. siapa yang mengenal tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja yang tidak ada ampunan dan maafnya.
                Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan yang terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
                Ibnu Mas’ud berkata, “seorang mukmin melihat dosa seperti melihat gunung yang besar. Ia takut dosa itu runtuh menimpanya. Sementara itu, seorang pendosa melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang hinggap dihidungnya. Ketika ia menepisnya, lalat itupun terbang dan hinggap kembali”.
                Ada yang berkata.”semakin ketaatan seseorang dianggap kecil maka ia semakin besar di sisi Allah. semakin maksiat dianggap besar maka ia akan semakin kecil disisi-Nya.

لا صغيرة اذا قابلك عدله ولا كبيرة اذا واجهك فضله
“Tidak ada dosa kecil jika dihadapkan pada keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika dihadapkan pada karunia-Nya”

                Ketika keadilan Allah berbicara, semua dosa adalah besar. Keadilan Allah adalah kuasa-Nya untuk melakukan apa saja, tanpa adanya yng bisa menahan dan melarang-Nya. Jika sifatadil Allah muncul dihadapan orang yang dibenci-Nya, kebaikan-kebaikan orang itu akan diabaikan dan dosa-dosa kecilnya akan diperbesar.
                Adapun karunia Allah adalah pemberian-Nya tanpa berharap balasan dan ganti. Jika karunia itu diberikan Kepadamu, dosamu akan menjadi kecil. Jika sifat murah hati-Nya muncul dihadapan orang yang dicntai-Nya, semua kesalahan dan keburukannya akan diabaikan, sedangkan dosa besarnya akan dipandang kecil.
                Oleh sebab itu Asy-Syadzali kerap berdoa,” Ya Allah jadikanlah keburukan kami keburukan orang-orang yang kau cintai dan jangan jadikan kebaikan kami kebaikan orang yang kau benci.”


#Dinukil dari kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’iilah As-Iskandari dengan ulasan mendalam Syeikh AbdullahAsy-Syarqawi Al-Khalwati

Minggu, 09 Maret 2014

TENTANG WAKTU

lupa adalah hal alamiah yang dapat dilakukan oleh semua orang. karna setiap hari kita mengukir kenangan baru dengan tanpa sengaja menimbun pijakan terdahulu.  Meskipun selalu menginginkan hari ini adalah kenangan terkesan, selalu lupa kala-kala apa kenangan paling berkesan dikemudian hari. ketika itu menjadi sebuah tanda tanya?. mungkin saja jika kau tanya tentang memory paling berkesan di kehidupan ku dengan mu aku bingung terhadap sebuah jawaban “apa”. yang mungkin kemarin-kemarin aku sempat menyematkan suatu waktu tersebut.
Masalah waktu, yang mengaburkan rasa dikemudian hari.

Mungkin hari ini begitu bahagia membuncah di kedalaman hari, akan tetapi esok mungkin setengah-setengan masih mengelora, hingga lusa sayup-sayup masih menggema, coba pekan nanti, ia hanya akan tersisip dijajaran kenangan lain yang sudah menumpu diberanda memori. tak sepesial lagi. hanya masalah waktu tentang melunturkan rasa.

Begitu juga tentang luka, yang menganga di kesekejapan waktu, begitu pilu hingga ke ulu. Pun masalah waktu. akan selalu redam di keesokan waktu. Jangan takut lukamu mengabadi. nikmati luka dihari ini, esok, lusa, peka kemudian, selalu akan terganti, karna tak ada waktu yang terhenti. untuk menyembuhkan luka yang dan menukarnya dengan luka baru.

Semuanya adalah tentang waktu, yang berjalan hingga dikemudaian hari. Aku dan engkau butuh waktu, karena semuanya masalah waktu. untuk mengaburkan luka bahkan melenyapkan suka.

Rabu, 05 Maret 2014

misteri indahnya pulang







"Inilah gunanya pergi!"

Cuma dengan pergi, manusia akan mengerti indahnya pulang.

Cuma kepergian yang membuat pulang terasa berharga.

Untuk mencintai, manusia membutuhkan jarak pandang. Kita tak bisa mencintai kampung dengan perasaan gaib, seperti ini justru ketika kita masih benar2 tinggal dikampung.

Dan setiap kita pulang ke kampung, kita memutar kembali seluruh imajinasi dengan jarak penuh.

"inilah pentingnya membuat jarak pandang"

jarak yang kemudian membuat objek2 menjadi lebih unik jika dipandang dari kemajuan.

Gunung2 menjadi lebih biru. Padahal di kedekatan, gunung itu hanyalah sehimpunan jurang dan batu.

Keindahan yang nampak dari kejauhan itu, ada kalanya malah bercerai bahaya di kedekatan.

Inilah misteri pulang dan pergi itu.

Di dalam kedekatan, saudara2 yang berkumpul hanya berarti pertengkaran.

Perasaan kangen dan kehilangan baru muncul setelah mereka berjauhan.

Beginilah rasanya pulang setelah perang.

Padahal bukan perjalanan jauh, padahal ini bukan perang besar.

Cuma sejengkal jarak.

Jadi, betapa belum seberapa jarak ini, betapa belum berarti peperangan ini.

Walau sekecil apapun penderitaan itu, jika sanggup dirampungkan, ternyata telah mendatangkan begitu besar kegembiraan.

Maka makin jauh perjalanan, makin banyak penderitaan, pasti makin tak terkira kegembiraan yang ditabungkan ketika pulang,...

# dikutip dari pak prie gs dalam bukunya elegi surtini dan ayunda (buku ketiga novel motivasi "ipung")

dengan sedikit penambahan dan pengurang kata :)

guncangan dalam doa



Mungkinkah ini sebuah tanda,...

Bahwa keislaman saya memang sekualitas buih,...

Mudah terombang-ambingkan zaman, tanpa memperhatikan pedoman yang telah diajarkan,...

Rapuh, ditengah ancaman ombak pemahaman yang bisa menghancurkan,...

Lalu tenggelam dalam kebingunan,...

Pelan-pelan,...

Semakin dalam,...

Menjadi sebuah bagian,...

Dalam kegelapan,...

Tidak!

Saya tidak mau seperti itu,...!

Ya, Allah,...

Kau yang maha penolong,...

Saya mohon, tolong saya,...

Sekali lagi ya Allah, tolong kuatkan hati saya, hati kami,...

Agar kami bisa terlepas dari racun-racun yang mungkin mengalir dalam darah dan pikiran kami,...

#33 pesan nabi (jaga hati, buka pikiran)

dandelion poem

nothing more than freedom 
it’s petals fluter away
towards the heaven
towards are the ground
they fly in an open place
even inside of on underground
but it blooms once
just in the spring season
dandelions are like humans
free but trapped in one chance
why can’t have freedom?
cause we take the wrong moments
but
free can be everybody
we just can’t see it
with our eyes closed
not like
dandelions do

KESADARAN PLURALISME: BAHWA PERBEDAAN MERUPAKAN SEBUAH KENISCAYAAN


Agama, dalam kehidupan manusia didunia tak akan pernah lepas dari peranan agama yang mengaturnya. Karena dalam penciptaan dunia dan alam semesta ini, tak dapat dipungkiri adanya sang pencipta yang dinamakan tuhan, dan tuhan dalam manusia terkonsep dalam susunan tertinggi pemilik agama. Yang disitu agama memiliki peran penting dalam mengatur kehidupan manusia sesuai dengan standar ajaran yang ditata didalamnya.
            Dan ketika kita berbicara mengenai agama, didunia ini kita akan memenukan berbagai ragam agama didalamnya. Terdapat banyak paham agama yang tersebar di dunia yang mereka memiliki keyakinan mengenai tuhan, ajaran-ajaran atau risalah, ritual-ritual, atau seantah berantah mengenai agama didalamnya, yang terkonsep berbeda-beda. Meskipun kesemua agama itu memiliki perbedaan, akan tetapi inti dari kesemua ajaran yang diajarkan adalah tentang kebaikan. Nah yang menjadi permasalahan klasik didunia ini adalah perbedaan. Karena dapat kita ketahui, tak semua manusia atau golongan itu dapat berbaur rapih dengan adanya perbedaan. adakalanya dan bahkan realitanya perbedaan itu yang menjadikan manusia tak dapat bersatu dan bahkan saling mencerai beraikan, dan yang paling fatalnya adalah sikap saling menikam dari satu pihak dengan yang lainnya, yang berusaha menjadi pihak yang paling puncak dan unggul dalam sebuah kebenaran yang dibawa dalam risalah agamanya.
            Indonesia adalah salah satu negara yang didalamnya terdapat benyak keberagaman agama yang statusnya diakui sebagai agama resmi. tercatat 6 (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu) agama yang di legalkan. Indonesia di pandangan sebagai negara yang sukses menyandingkan umat-umat beragama yang hidup dalam selingkungan dan menjadikan sebentuk kerukunan umat beragama. Opini itu dapat terlihat dari adanya beberapa tempat peribadatan yang berdiri kokoh berdampingan, adanya ritual doa bersama antar umat beragama, dan lain sebagainya.
            Kunci utama sebuah kerukunan umat beragama adalah sebuah kesadaran dan kedewasaaan pemikiran mengenai sebuah perbedaan. Manusia yang memiliki kesadaran pluralis dapat memahami setiap apa yang dia lihat. ia tidak mudah menjudge sesuatu yang tampak. Pada dasarnya dalam ajaran agama setiap agama memiliki materi risalah yang secara pemahaman umum mengajak kepada kebaikan yang dalam artian mencakup banyak hal. salah satunya mengenai bahwa manusia dilahirkan dengan suatu perbedaan, yang mana kita harus bisa menerima dengan pemahaman yang baik. Hanya saja terkadang yang menjadi pemicu adanya rasa sentimentil antar agama adalah sikap egoisme emosi, dangkalnya pengetahuan di dalam agamanya, ataupun faktor lain.          
            Oleh karena itu diharapkan masing-masing individu dapat hidup berangkulan antar umat beragama dalam suatu lingkungan. dan pemikiran tersebut tak terlepas dari pengetahuan dan latar belakang yang menjadi mindset individu ataupun kelompok.
           
           























                                  

sajak-sajak keengganan 6

masih tentang cinta,
karna aku masih muda!

kemarin aku bertanya tentang rasa,
tuhan mematuk-matuk merencana,
kemarin aku memaksa,
katanya tuhan terlalu lama,
kemarin aku mersa,
duganya tuhan terlampau jengkel terhadap pintanya,
kemaren aku bahagia,
mungkin tuhan memaklumiya,
hingga kini ia terluka,
ia pun mengutuk tuhan sekenanya,

melanglang buana mencari makna,
sembari mengutuk pun ia lalui,
belum terima, katanya,
hingga beranjakpun usia muda,
ketika dewasa menjuntai di kenyangnya masa,
ia menyadari,
ialah yang memaksa memintanya,

semstinya,
tuhan selalu mencipta rencana  tentang indahnya rasa,
hanya kau yang merengek2 meminta luka,

yang kau bilang fatamorgana,...

sajak-sajak keengganan 5

terbengkalai,
kau mengambangkan gores2 imaji,
kala menyerbu ongkokan,
kau menelantarkan rangakian di sepanjang tapakan,
biar jatuh kata-perkata,
mungkin masa masih terasa,
pikirnya kala dulu,
nyatanya, seaksar apun kau lupa,
bergegaspun akhirnya kau kembali,
mengulik tapak di waktu lampau,
sayang teramat sayang,
bahkan sekedar jejakpun ia raib,
terpungut ia-ia yang peduli,

tanpa menunggu waktu berhenti,...

Minggu, 02 Maret 2014

sajak-sajak pertaubatan

sesekali menganjurkan jiwa tertawa,
haha,...
semenjak deklarasi menyetempel diri,
hingga manusia memuji,
malu-malu aku menjalani,
mengasingkan adam selain dia,
saat berkala dahulu kala,
gulir-gulir berdatang lewat menyapa,
kedinginan aku tetap bersahaja,
menyilahkan masing-masing,
biar berlalu saja!

semarang, 1 Maret 14 22:07


kelak-kelak aku terglintir,
siapa yang tau jika hujan itu deras,
yang kala-kala meluapkan kanal-Nya,
hingga menghanyutkan aku entah kemana
semarang, 1 Maret 14 22: 07


sekali-kali aku menyimpang,
menyerempetkan diri lewat kendara-kendara,
biar luka itu pasti ada,
tapi bekas selalu mengelupas,
semarang, 1 Maret 14 21:54


terlalu dini untuk aku berdiri,
tapi duniamu menimpaku,
lumpuh seketika!
semarang, 1 Maret 14 22:13





aku kapok gusti,
memalingkan diri dari perintiman kita,
kala hamba memadu cinta kita,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
menelantarkan malam-malam pemujaan,
mengganti ritual pembunuhan,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
memelepas kesucian perawanku,
mengumbar cinta pun aku ternoda,
beginilah jadinya,
taubat, perawan  kembali!
seketika.