Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Rabu, 05 Maret 2014

KESADARAN PLURALISME: BAHWA PERBEDAAN MERUPAKAN SEBUAH KENISCAYAAN


Agama, dalam kehidupan manusia didunia tak akan pernah lepas dari peranan agama yang mengaturnya. Karena dalam penciptaan dunia dan alam semesta ini, tak dapat dipungkiri adanya sang pencipta yang dinamakan tuhan, dan tuhan dalam manusia terkonsep dalam susunan tertinggi pemilik agama. Yang disitu agama memiliki peran penting dalam mengatur kehidupan manusia sesuai dengan standar ajaran yang ditata didalamnya.
            Dan ketika kita berbicara mengenai agama, didunia ini kita akan memenukan berbagai ragam agama didalamnya. Terdapat banyak paham agama yang tersebar di dunia yang mereka memiliki keyakinan mengenai tuhan, ajaran-ajaran atau risalah, ritual-ritual, atau seantah berantah mengenai agama didalamnya, yang terkonsep berbeda-beda. Meskipun kesemua agama itu memiliki perbedaan, akan tetapi inti dari kesemua ajaran yang diajarkan adalah tentang kebaikan. Nah yang menjadi permasalahan klasik didunia ini adalah perbedaan. Karena dapat kita ketahui, tak semua manusia atau golongan itu dapat berbaur rapih dengan adanya perbedaan. adakalanya dan bahkan realitanya perbedaan itu yang menjadikan manusia tak dapat bersatu dan bahkan saling mencerai beraikan, dan yang paling fatalnya adalah sikap saling menikam dari satu pihak dengan yang lainnya, yang berusaha menjadi pihak yang paling puncak dan unggul dalam sebuah kebenaran yang dibawa dalam risalah agamanya.
            Indonesia adalah salah satu negara yang didalamnya terdapat benyak keberagaman agama yang statusnya diakui sebagai agama resmi. tercatat 6 (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu) agama yang di legalkan. Indonesia di pandangan sebagai negara yang sukses menyandingkan umat-umat beragama yang hidup dalam selingkungan dan menjadikan sebentuk kerukunan umat beragama. Opini itu dapat terlihat dari adanya beberapa tempat peribadatan yang berdiri kokoh berdampingan, adanya ritual doa bersama antar umat beragama, dan lain sebagainya.
            Kunci utama sebuah kerukunan umat beragama adalah sebuah kesadaran dan kedewasaaan pemikiran mengenai sebuah perbedaan. Manusia yang memiliki kesadaran pluralis dapat memahami setiap apa yang dia lihat. ia tidak mudah menjudge sesuatu yang tampak. Pada dasarnya dalam ajaran agama setiap agama memiliki materi risalah yang secara pemahaman umum mengajak kepada kebaikan yang dalam artian mencakup banyak hal. salah satunya mengenai bahwa manusia dilahirkan dengan suatu perbedaan, yang mana kita harus bisa menerima dengan pemahaman yang baik. Hanya saja terkadang yang menjadi pemicu adanya rasa sentimentil antar agama adalah sikap egoisme emosi, dangkalnya pengetahuan di dalam agamanya, ataupun faktor lain.          
            Oleh karena itu diharapkan masing-masing individu dapat hidup berangkulan antar umat beragama dalam suatu lingkungan. dan pemikiran tersebut tak terlepas dari pengetahuan dan latar belakang yang menjadi mindset individu ataupun kelompok.
           
           























                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar