Agama,
dalam kehidupan manusia didunia tak akan pernah lepas dari peranan agama yang
mengaturnya. Karena dalam penciptaan dunia dan alam semesta ini, tak dapat
dipungkiri adanya sang pencipta yang dinamakan tuhan, dan tuhan dalam manusia
terkonsep dalam susunan tertinggi pemilik agama. Yang disitu agama memiliki
peran penting dalam mengatur kehidupan manusia sesuai dengan standar ajaran
yang ditata didalamnya.
Dan ketika kita berbicara mengenai
agama, didunia ini kita akan memenukan berbagai ragam agama didalamnya.
Terdapat banyak paham agama yang tersebar di dunia yang mereka memiliki
keyakinan mengenai tuhan, ajaran-ajaran atau risalah, ritual-ritual, atau
seantah berantah mengenai agama didalamnya, yang terkonsep berbeda-beda. Meskipun
kesemua agama itu memiliki perbedaan, akan tetapi inti dari kesemua ajaran yang
diajarkan adalah tentang kebaikan. Nah yang menjadi permasalahan klasik didunia
ini adalah perbedaan. Karena dapat kita ketahui, tak semua manusia atau
golongan itu dapat berbaur rapih dengan adanya perbedaan. adakalanya dan bahkan
realitanya perbedaan itu yang menjadikan manusia tak dapat bersatu dan bahkan
saling mencerai beraikan, dan yang paling fatalnya adalah sikap saling menikam dari
satu pihak dengan yang lainnya, yang berusaha menjadi pihak yang paling puncak
dan unggul dalam sebuah kebenaran yang dibawa dalam risalah agamanya.
Indonesia adalah salah satu negara
yang didalamnya terdapat benyak keberagaman agama yang statusnya diakui sebagai
agama resmi. tercatat 6 (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu) agama
yang di legalkan. Indonesia di pandangan sebagai negara yang sukses
menyandingkan umat-umat beragama yang hidup dalam selingkungan dan menjadikan
sebentuk kerukunan umat beragama. Opini itu dapat terlihat dari adanya beberapa
tempat peribadatan yang berdiri kokoh berdampingan, adanya ritual doa bersama
antar umat beragama, dan lain sebagainya.
Kunci utama sebuah kerukunan umat
beragama adalah sebuah kesadaran dan kedewasaaan pemikiran mengenai sebuah
perbedaan. Manusia yang memiliki kesadaran pluralis dapat memahami setiap apa
yang dia lihat. ia tidak mudah menjudge sesuatu yang tampak. Pada dasarnya
dalam ajaran agama setiap agama memiliki materi risalah yang secara pemahaman
umum mengajak kepada kebaikan yang dalam artian mencakup banyak hal. salah
satunya mengenai bahwa manusia dilahirkan dengan suatu perbedaan, yang mana
kita harus bisa menerima dengan pemahaman yang baik. Hanya saja terkadang yang
menjadi pemicu adanya rasa sentimentil antar agama adalah sikap egoisme emosi,
dangkalnya pengetahuan di dalam agamanya, ataupun faktor lain.
Oleh karena itu diharapkan
masing-masing individu dapat hidup berangkulan antar umat beragama dalam suatu
lingkungan. dan pemikiran tersebut tak terlepas dari pengetahuan dan latar
belakang yang menjadi mindset individu ataupun kelompok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar