sesekali menganjurkan jiwa tertawa,
haha,...
semenjak deklarasi menyetempel diri,
hingga manusia memuji,
malu-malu aku menjalani,
mengasingkan adam selain dia,
saat berkala dahulu kala,
gulir-gulir berdatang lewat menyapa,
kedinginan aku tetap bersahaja,
menyilahkan masing-masing,
biar berlalu saja!
semarang, 1 Maret 14 22:07
kelak-kelak aku terglintir,
siapa yang tau jika hujan itu deras,
yang kala-kala meluapkan kanal-Nya,
hingga menghanyutkan aku entah kemana
semarang, 1 Maret 14 22: 07
sekali-kali aku menyimpang,
menyerempetkan diri lewat kendara-kendara,
biar luka itu pasti ada,
tapi bekas selalu mengelupas,
semarang, 1 Maret 14 21:54
terlalu dini untuk aku berdiri,
tapi duniamu menimpaku,
lumpuh seketika!
semarang, 1 Maret 14 22:13
aku kapok gusti,
memalingkan diri dari perintiman kita,
kala hamba memadu cinta kita,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
menelantarkan malam-malam pemujaan,
mengganti ritual pembunuhan,
beginilah jadinya,
aku kapok gusti,
memelepas kesucian perawanku,
mengumbar cinta pun aku ternoda,
beginilah jadinya,
taubat, perawan kembali!
seketika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar