Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Sabtu, 15 Februari 2014

Sajak Rindu KU




rindu,..
bagiku
ia seperti uap 
dalam tanakan
ia mengepulkan hawanya
mendesak-desak, dalam tekanan, menuntut ruang bebas,
hingga kucur-mengucurnya keringat nasi,
tak dapat bernafas, terus berdetak merancu,
tak akan pernah usai
hingga waktu kau matang dan aku menurunkannya dari tungku,dan membuka tudungmu
terkaburlah ia bersama ruang dan bernafas lega,
memeluk pasang perindu,...


seperti rindu mu pun begitu,
berinti memaksa
mengedor-geor gelora jiwa
mengkacau segenap raga
bersabarlah, jangan merancu
jika tak ingin lelah begitu mengucur,
percayalah
ia selalu datang tepat waktu, dan
pada waktu yang tepat,...


tapi nyatanya rindu selalu tak lelah
ia tak mengenalnya
karna ia bukan manusia
hanya perasa yang dibawanya
dan membuat lelahnya manusia,...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar