bisakah aku berdiri tanpa mengulik si kasih sayang itu?
terlalu banyak kata yang kau ulang untuk kau sisipkan di maret ini,
berdirilah tepat dibulan maret, perbaharuilah hanya dibulan maret,
ini tentang maret yang seyogyanya kau bedakan,
jua tentang esok, bulan april yang harus kau dirikan melebihi si maret,
cukup sendiri, kalau sekedar mengulas adalah suatu kebolehan. tentu.
hingga mei, juni, juli hingga berkelanjutannya nanti,
kau harus berdiri tepat di bulan-bulan yang kau pijaki,
bukan seperti ini, tanpa inovasi di kemudian hari,
cukup maret mempermalukan diri,
dengan menjimpit-jimpit si kasih yang teramat kau sayangkan, adalah februari.
karna kau adalah bulan permulaan, yang dijanjikan tuhan dikemudian,
aku harus memaklumi.
sematkan makna ditiap-tiap pekan dari masing-masing bulan,
biar mereka memiliki rasa yang kau dan perlu di kehendaki,
selalu menggerutu memang, jika menyadari,
tapi selalu pemakluman menenagkan diri,
sepersekali ku perbolehkan memaklumi,
untuk esok, biar bulan selalu mandiri,
tak melulu minta dimaklumi,
maret, sampaikan salam permintaan maaf untuk si kasih sayang, februari.
janjikan esok kau punya makna tersendiri,
maret, berikan petuah untuk si bulan dikemudian,
katakan kelak mereka harus punya warna tersendiri,
sisanya kau nikmati saja hari ini,...
:)
:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar