"من علامات
موت القلب عدم الحزن على مافاتك من الموافقات وترك الندم على ملفعلته من وجود الزلات"
“Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan
sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya presaan menyesal atas
kesalahan yang kau lakukan”
Tanda hidupnya hati adalah memancarnya cahaya ilahi
dari hati mu meskipun kau belum mendapat cahaya itu karena tebalnya hijabmu.
Kesedihanmu atas
ketaatan yang terlewatkan dan penyesalan mu atas kesalahan yang telah kau
lakukan atau kebahagiaanmu atas amal-amal baikmu dan kesedihanmu atas amal-amal
burukmu membuktikan bahwa kau termasuk ahli iradah (orang yang dikehendaki
dan dicintai Allah). Oleh karena itu, giatlah dalam beramal saleh dan jangan
malas.
لايعظم
الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظن باالله تعالى فأن من عرف ربه اتسغر في جنب كرمه ذنبه
“Jangan
sampai dosa yang kau anggap besar menghalangimu untuk berbaik sangka
kepada-Nya. Siapa yang mengenal tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika
dibandingkan dengan kemurahan-Nya.”
Jangan kau anggap dosa yang kau lakukan itu besar dan
tidak dapat diampuni sehingga membuatmu putus asa dari rahmat tuhanmu. Anggapan
semacam itu termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan
lebih buruk daripada dosa yang kau lakukan.
Hal itu mencerminkan ketidak tahuanmu tentang tuhanmu
dan memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri di hadapan tuhanmu.
siapa yang mengenal tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja
yang tidak ada ampunan dan maafnya.
Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya
untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan
yang terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
Ibnu Mas’ud berkata, “seorang mukmin melihat dosa
seperti melihat gunung yang besar. Ia takut dosa itu runtuh menimpanya.
Sementara itu, seorang pendosa melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang
hinggap dihidungnya. Ketika ia menepisnya, lalat itupun terbang dan hinggap
kembali”.
Ada yang berkata.”semakin ketaatan seseorang dianggap
kecil maka ia semakin besar di sisi Allah. semakin maksiat dianggap besar maka
ia akan semakin kecil disisi-Nya.
لا صغيرة
اذا قابلك عدله ولا كبيرة اذا واجهك فضله
“Tidak
ada dosa kecil jika dihadapkan pada keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika
dihadapkan pada karunia-Nya”
Ketika keadilan Allah berbicara, semua dosa adalah
besar. Keadilan Allah adalah kuasa-Nya untuk melakukan apa saja, tanpa adanya
yng bisa menahan dan melarang-Nya. Jika sifatadil Allah muncul dihadapan orang
yang dibenci-Nya, kebaikan-kebaikan orang itu akan diabaikan dan dosa-dosa
kecilnya akan diperbesar.
Adapun karunia Allah adalah pemberian-Nya tanpa
berharap balasan dan ganti. Jika karunia itu diberikan Kepadamu, dosamu akan
menjadi kecil. Jika sifat murah hati-Nya muncul dihadapan orang yang dicntai-Nya,
semua kesalahan dan keburukannya akan diabaikan, sedangkan dosa besarnya akan
dipandang kecil.
Oleh sebab itu Asy-Syadzali kerap berdoa,” Ya Allah
jadikanlah keburukan kami keburukan orang-orang yang kau cintai dan jangan
jadikan kebaikan kami kebaikan orang yang kau benci.”
#Dinukil
dari kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’iilah As-Iskandari dengan ulasan mendalam
Syeikh AbdullahAsy-Syarqawi Al-Khalwati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar