Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Rabu, 12 Maret 2014

TANDA-TANDA MATINYA HATI



"من علامات موت القلب عدم الحزن على مافاتك من الموافقات وترك الندم على ملفعلته من وجود الزلات"
Diantara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya presaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan

                Tanda hidupnya hati adalah memancarnya cahaya ilahi dari hati mu meskipun kau belum mendapat cahaya itu karena tebalnya hijabmu.
Kesedihanmu atas ketaatan yang terlewatkan dan penyesalan mu atas kesalahan yang telah kau lakukan atau kebahagiaanmu atas amal-amal baikmu dan kesedihanmu atas amal-amal burukmu membuktikan bahwa kau termasuk ahli iradah (orang yang dikehendaki dan dicintai Allah). Oleh karena itu, giatlah dalam beramal saleh dan jangan malas.

لايعظم الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظن باالله تعالى فأن من عرف ربه اتسغر في جنب كرمه ذنبه
Jangan sampai dosa yang kau anggap besar menghalangimu untuk berbaik sangka kepada-Nya. Siapa yang mengenal tuhannya akan menganggap dosanya kecil jika dibandingkan dengan kemurahan-Nya.”

                Jangan kau anggap dosa yang kau lakukan itu besar dan tidak dapat diampuni sehingga membuatmu putus asa dari rahmat tuhanmu. Anggapan semacam itu termasuk sikap tercela dan dapat merusak keimanan. Sikap itu bahkan lebih buruk daripada dosa yang kau lakukan.
                Hal itu mencerminkan ketidak tahuanmu tentang tuhanmu dan memperlihatkan bahwa kau mengandalkan diri sendiri di hadapan tuhanmu. siapa yang mengenal tuhannya dengan baik tentu akan mengetahui dosa apa saja yang tidak ada ampunan dan maafnya.
                Lain halnya jika anggapan itu mendorong pelakunya untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Ini adalah anggapan yang terpuji dan merupakan tanda keimanan seorang hamba.
                Ibnu Mas’ud berkata, “seorang mukmin melihat dosa seperti melihat gunung yang besar. Ia takut dosa itu runtuh menimpanya. Sementara itu, seorang pendosa melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang hinggap dihidungnya. Ketika ia menepisnya, lalat itupun terbang dan hinggap kembali”.
                Ada yang berkata.”semakin ketaatan seseorang dianggap kecil maka ia semakin besar di sisi Allah. semakin maksiat dianggap besar maka ia akan semakin kecil disisi-Nya.

لا صغيرة اذا قابلك عدله ولا كبيرة اذا واجهك فضله
“Tidak ada dosa kecil jika dihadapkan pada keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika dihadapkan pada karunia-Nya”

                Ketika keadilan Allah berbicara, semua dosa adalah besar. Keadilan Allah adalah kuasa-Nya untuk melakukan apa saja, tanpa adanya yng bisa menahan dan melarang-Nya. Jika sifatadil Allah muncul dihadapan orang yang dibenci-Nya, kebaikan-kebaikan orang itu akan diabaikan dan dosa-dosa kecilnya akan diperbesar.
                Adapun karunia Allah adalah pemberian-Nya tanpa berharap balasan dan ganti. Jika karunia itu diberikan Kepadamu, dosamu akan menjadi kecil. Jika sifat murah hati-Nya muncul dihadapan orang yang dicntai-Nya, semua kesalahan dan keburukannya akan diabaikan, sedangkan dosa besarnya akan dipandang kecil.
                Oleh sebab itu Asy-Syadzali kerap berdoa,” Ya Allah jadikanlah keburukan kami keburukan orang-orang yang kau cintai dan jangan jadikan kebaikan kami kebaikan orang yang kau benci.”


#Dinukil dari kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’iilah As-Iskandari dengan ulasan mendalam Syeikh AbdullahAsy-Syarqawi Al-Khalwati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar