Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Sabtu, 15 Februari 2014

Mintalah Kepada Allah, Pasti Terkabul


َمَاتَوَقّفَ مَطْلَبٌ َانْتَ طَا لِبُةُ بِرَبِّكَ وَلَاتَيَسَّرَ مَطْلَبُ َانْتَ طَا ِلبُةُ بِنَفْسِك

"Apa yang kau minta tiak akan terhalang, selama kau memintanya kepada tuhanmu. Namun, apa yang kau minta tak akan datang selama kau mengandalkan dirimu sendiri"

Ibnu Atha'illlah Al-Iskandari

Permintaan yang dimaksud pada hikmah ini bersifat umum, baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Apa yang kau minta dan inginkan tidak akan terhaang selama dalam mencarinya kau tetap memperhatikan tuhanmu, menghadirkan-Nya dalam hatimu, dan bersandar kepada-Nya agar memudahkan permintaan dan urusanmu. Namun permintaan itu sulit kau raih bila kau lalai dari-Nya dan bersandar kepada orang-orang disekitarmu atau pada kekuatanmu sendiri.

Barang siapa menyerahkan segala kebutuhannya kepada Allah berlindung dan bertawakal kepada-Nya, Allah akan mencukupi kebutuhannya, mendekatkan yang jauh darinya, dan memudahkan segala yang sulit baginya. Barang siapa yangmegandalkan ilmu dan akalnya serta bersandar  pada kekuatan dan kemamuannya, Allah akan mempersulit dan membuatnya gagal. apa yang diinginkan dan dibutuhkannya itu tak akan mudah didapatkan dan sulit diwujudkan.

مِنْ عَلَا مَاتِ النّجَحِ فِي النّهَايَاتِ الرُّجُوعُ اِلَي الله فِي الْبِدَايَاتِي

Di antara  tanda keberhasilan di akhir adalah kembali kepada Allah di awal.

Langkah awwal seorang murid patut diperbaiki demi memperbesar kemungkinannya untuk sampai hingga akhir perjalanannya. Siapa yang memperbaiki dan meluruskan langkah awalnya dengan kembali kepada Allah dan tawakal kepada-Nya serta memohon pertolongan-Nya, bukan tergantung pada amalnya yangkurang sempurna, pada akhirnya ia akan sukses dan berhasil. Ia akan sampai pada tujuan akhirnya dan tidak akan goyah di perjalanannya. Barang siapa yang tidak melakukan hal itu maka di tengah jalan ia akan terhenti dan pulang kembali ketempat pemberangkatannya semula.

Seorang 'arif berkata " siapa yang mengira bahwa ia telah sampai kepada Allah tanpa bantuan-Nya maka ia akan berhenti di jalan. Siapa yang memohon bantuan dirinya sendiri dalam beribadah kepada Allah, maka ia akan  bergantung pada dirinya sendiri. 

(Buku Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalawati)

#Sebuah kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah dalam segala apapun permintaanmu sandarkan kesemua mu kepada Allah, bukan pada diri sendiri, orang lain, kemampuan, ilmu, kesaktian, atau apalah yang ada pada diri makhluk ciptaannya. Karena Allah tidak ridho. Datanglah kepada-Nya Allah, sang maha segala yang jangan kau bandingkan dengan makhluk, karna ia tak sebanding dengan apapun. Bersandarlah pada-Nya maka kau akan dipeluk dalam kasih sayang-Nya. Akan tetapi jangan senang datang dalam waktu yang begitu tiba-tiba, hanya ketika dentuman badai mengoyakmu kau terbirit-birit mengadu pilu pada sang Maha, karna tak selalu seketika doa permintaanmu itu terkabul oleh-Nya, buka karna tak bisa, tapi karna kau datang terlambat. Agar tak menjadi sesuatu yang mendesak kejarlah Ia sewaktu-waktu dalam lapang dan juga sempitmu, dalam suka maupun duka, dalam semua waktu singkatnya. Ingat Allah bukan hambanya,...
Semoga kita selalu menjadi makhluk yang  mendapat rahman rahim-Nya. amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar