Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Kamis, 20 Februari 2014

sajak keengganan 4


aku memulainya dengan menata,
selalu sejajar hati ini aku jaga,
mewanti-wanti kala angin menggoyahkannya,
rasa apa yang kau rasakan,
bahkan damaipun tidak,
sebab apa dunia menyeringai di permukaanmu?
sebab apa gelugur mendung menyelimuti purnamu?
sebab  apa?
kau gusar, bahkan  kala kau selalu menjaganya?
hati yang lembek,
kau pecundang,

nikmatilah sesruput kopi,
pahitpun ia, selalu tak terasa,
ada gula yang merengkuhnya,
bahkan kopi pun bukan kopi gula,
jika kau sebut,

nikmatilah seteguk teh,
sepahpun ia, selalu tak terasa,
jika kau sandingkan ia dengan sejruput gula-gula,
bahkan manis pun ia teh, bukan teh gula-gula,

mereka tak mengkunci kesendiriannya,
tak meng-ego jati dirinya,
agar ia dapat kau nikmati,
melarutkan diri secampur dengan gula-gula adalah sensai,
ia menikmati,
sehingga iapun dinikmati,

sama seperti hidup mu, ku, kita,
mungkin?
nikmati hidupmu,
jangan terlalu memanjakannya,
biar ia mengembara bersama alur yang tetap kau  jaga,
campurkan ia dengan rasa-rasa fatamorgana,
biar selalu ada keluh kesah sekalian,
ia pun tak ada,
larutkan kegaduhan dengan tatap seorang jagoan,
sesekali ajak kau berdansa dengan rebut,
biar tau rasa, dan maknanya,
rasakan ia layaknya gula-gula,
selalu manis bakan ketia ia tak bernama,
kala kopi teh pun menyandingnya.
ingat pepatah,..
“Jika kita keras pada diri kita maka dunia akan lunak pada kita, tapi jika kita lunak pada diri kita maka dunia akan keras pada kita”

dan, “Lautan yang tenang, tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”

sajak keengganan 3


biar aku sepersetengah dari mu,
biar,
biar aku selalu begitu,
aku suka menatapmu,
meski curi aku mencuri,
menikmati bahagiamu,
adalah cicipan rasa untukku,
meski mereka menyandingkan,
selalupun aku yang  tau,
tentang aku,
bahkan bukan dengan pandangan,
karna ini tentang perasaan,
yang tak mesti dapat dipandang,
tepat ½ itu, kau adalah ratu,

sedang aku adalah babu!

sajak keengganan 2


bunga, jangan layu,
diusia mana kau terlalu lesu,
bukankah waktu itu kau berjanji padaku?
biar ia menghujanimu,

kala  atap berjingga ria,
ia bersigap memenengadahkan pandangan,
menatap sendu menikmati elokmu,
membuang penat di warnamu,
merah,
bunga apa kau merah,
mawar, melati, anggrek, lili, bangkai sekalian?

mengapa?
jika layu, merah itu apa?
hendak tumbangkah engkau?
diusia yang tak ku mengenal warsa,

sedangkan tak ada yang lupa tentang hujan untuk mu!

sajak keengganan 1

aku adalah buronan,
meski aku bukanlah tersangka,
hidupkan aku disela-sela,
tralis besi bersejajar vertikal, mengapa tak horizontal?
sebegitukah gambaran ku,
ataukah diri berhalusinasi,

mencekal diri bukanlah sebuah harapan,
ketika kau terbawa arus dalam tekanan,
aku berlari, dalam khayalan,
sebentuk senyum adalah tipuan,

jangan percaya aku,
aku minta begitu,
semua suaku hanya semu,
sayup-sayup tersampai dari batin,...

aku mati,

hipertensi tingkat tinggi!

Minggu, 16 Februari 2014

Bab Diangkat dan Dicabutnya Ilmu, Serta Munculnya Kebodohan Serta Kekacauan di Akhir Zaman


حديث انس بن مالك رضالله عنه قال؛ قال رسوالله عليع وسلم؛ ان من اشراط الساعة ان يرفع العلم 
ويثبت الجهل ويشرب الخمر و يظهر الزنا 


"diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah bersabda: sesungguhnya di antara ciri-ciri kiamat adalah diangkatnya ilmu, tetapnya kebodohan, dan diminumnya khamr dan munculnya perzinahan." (disebutkan oleh Bukhari pada kitab ke-3 kitab ilmu, bab ke-21 bab diangkatnya ilmu dan munculnya kebodohan. Kitab Al-Lu'lu' Wal Marjan)"


Penjelasan:
# "Diangkatnya ilmu, yaitu dengan meninggalnya orang-orang pembawa ilmu, dan bukannya dengan                   menghapusnya dari dada mereka.
# "Diminumnya khamr, yaitu banyaknya orang yang meminum khamr.
# "Munculnya perzinahan, yaitu merebaknya perzinahan itu sendiri.
   

حديس ابي موسي  رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال؛ ان بين يدي الساعة اياما يرفع فيها العلم ينزل فيها الجهل ويكثر فيها الهرج و الهرج القتل


"diriwayatkan dari Abu Musa, Nabi bersabda: sesungguhnya ada beberapa harisebelum kiamat, (dimana diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan dan banyaknya pembunuhan. (disebutkan oleh Bukhori pada kitab ke-92 kitab kekacauan bab ke-5 bab munculnya kekacauan)"


penjelasan:
# "Munculnya kebodohan, yaitu terjadinya kejadian-kejadian yang membuat orang meninggalkan kesibukan       mencari ilmu.
# "Al-Harj, arti asalnya adalah bercampur dan berselisih. namun diartikan pembunnuhan secara majaz,              karena bercampurnya pergaulan yang disertai dengan perselisihan yang biasanya dapat mengarah kepada      pembunuhan.


kesimpulan sementara:
# mengenai diangkatnya ilmu sangat jelas sekali kita lihat, pada kurun awal tahun 2014 ini telah banyak ulama'-ulama, kyai-kyai dan para pasak bumi ini wafat memenuhi panggilan Allah, seprti Rois amm mbah yai Sahal Mahfudz, kyai PP Al-Munawwir Krapyak KH Zainal Abidin Munawwir, Habib Mundzir Al-Musawwa dan lain sebagainya,...
mengenai khamr apalagi, kini kita kerap disuguhi berita tantang pesta-pesta oplosan lewat televisi. sungguh dengan populer sekali lagu oplosan sebagai penasehat dangdutnya,...
munculnya kebodohan, jika kita rasa-rasa benar sekali dirasa termasuk saya sendiri ini, kalau saya menangkapnya lewat teknologi2 canggih yang semakin marak bermunculan, bagaimana ia mengalihkan perhatian bahkan mengendalikan pikiran sehingga menjadikan kebanyakan manusia tak konsen dengan bidang2 keilmuan, ia dan termasuk saya dilenakan oleh varian-varian  tersebut. Astaghfirullah! semoga Allah mengampuni kita.
Al-Harj, kini ia pun tak jauh beda dengan minuman khamr, berita tantang pembunuhan seperti ini sudah akrab menyambangi telinga pemirsa di hadapan televisi. bahkan kini pun menjadi perkara tak asing jika para remaja sampai kalangan anak-anak pun menjangkiti,...

dengan melihat kenyataan yang sesuai ini, mau dikata apalagi jika inilah nyata sebuah tanda, begitupun saya tetap menyakini tak ada hari akhir semakin lama dinanti, betapapun kini waktu semakin maju, semakin mendekatlah hari itu tiba. semoga kita dijadikan hamba Allah yang sadar dan mendapat taufiq hidayahnya sehingga mendapat rahmat rahimnya. amin,...




Sabtu, 15 Februari 2014

Mintalah Kepada Allah, Pasti Terkabul


َمَاتَوَقّفَ مَطْلَبٌ َانْتَ طَا لِبُةُ بِرَبِّكَ وَلَاتَيَسَّرَ مَطْلَبُ َانْتَ طَا ِلبُةُ بِنَفْسِك

"Apa yang kau minta tiak akan terhalang, selama kau memintanya kepada tuhanmu. Namun, apa yang kau minta tak akan datang selama kau mengandalkan dirimu sendiri"

Ibnu Atha'illlah Al-Iskandari

Permintaan yang dimaksud pada hikmah ini bersifat umum, baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Apa yang kau minta dan inginkan tidak akan terhaang selama dalam mencarinya kau tetap memperhatikan tuhanmu, menghadirkan-Nya dalam hatimu, dan bersandar kepada-Nya agar memudahkan permintaan dan urusanmu. Namun permintaan itu sulit kau raih bila kau lalai dari-Nya dan bersandar kepada orang-orang disekitarmu atau pada kekuatanmu sendiri.

Barang siapa menyerahkan segala kebutuhannya kepada Allah berlindung dan bertawakal kepada-Nya, Allah akan mencukupi kebutuhannya, mendekatkan yang jauh darinya, dan memudahkan segala yang sulit baginya. Barang siapa yangmegandalkan ilmu dan akalnya serta bersandar  pada kekuatan dan kemamuannya, Allah akan mempersulit dan membuatnya gagal. apa yang diinginkan dan dibutuhkannya itu tak akan mudah didapatkan dan sulit diwujudkan.

مِنْ عَلَا مَاتِ النّجَحِ فِي النّهَايَاتِ الرُّجُوعُ اِلَي الله فِي الْبِدَايَاتِي

Di antara  tanda keberhasilan di akhir adalah kembali kepada Allah di awal.

Langkah awwal seorang murid patut diperbaiki demi memperbesar kemungkinannya untuk sampai hingga akhir perjalanannya. Siapa yang memperbaiki dan meluruskan langkah awalnya dengan kembali kepada Allah dan tawakal kepada-Nya serta memohon pertolongan-Nya, bukan tergantung pada amalnya yangkurang sempurna, pada akhirnya ia akan sukses dan berhasil. Ia akan sampai pada tujuan akhirnya dan tidak akan goyah di perjalanannya. Barang siapa yang tidak melakukan hal itu maka di tengah jalan ia akan terhenti dan pulang kembali ketempat pemberangkatannya semula.

Seorang 'arif berkata " siapa yang mengira bahwa ia telah sampai kepada Allah tanpa bantuan-Nya maka ia akan berhenti di jalan. Siapa yang memohon bantuan dirinya sendiri dalam beribadah kepada Allah, maka ia akan  bergantung pada dirinya sendiri. 

(Buku Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalawati)

#Sebuah kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah dalam segala apapun permintaanmu sandarkan kesemua mu kepada Allah, bukan pada diri sendiri, orang lain, kemampuan, ilmu, kesaktian, atau apalah yang ada pada diri makhluk ciptaannya. Karena Allah tidak ridho. Datanglah kepada-Nya Allah, sang maha segala yang jangan kau bandingkan dengan makhluk, karna ia tak sebanding dengan apapun. Bersandarlah pada-Nya maka kau akan dipeluk dalam kasih sayang-Nya. Akan tetapi jangan senang datang dalam waktu yang begitu tiba-tiba, hanya ketika dentuman badai mengoyakmu kau terbirit-birit mengadu pilu pada sang Maha, karna tak selalu seketika doa permintaanmu itu terkabul oleh-Nya, buka karna tak bisa, tapi karna kau datang terlambat. Agar tak menjadi sesuatu yang mendesak kejarlah Ia sewaktu-waktu dalam lapang dan juga sempitmu, dalam suka maupun duka, dalam semua waktu singkatnya. Ingat Allah bukan hambanya,...
Semoga kita selalu menjadi makhluk yang  mendapat rahman rahim-Nya. amin

Ingin Dikenal Istimewa Adalah Bukti Tidak Adanya Kesungguhan Dalam Penghambaan


َاِسْتِشْرَافُكَ اَنْ يَعْلَمَ اْلخَلْقُ بِخُصُوْصِيَّتِكَ دَلِيْلٌ عَلَى عَدَمِ صِدْقِكَ فِى عُبُوْدِيّتِك

"keinginanmu agar orang mengetahui keistimewaanmu adalah bukti ketidaktulusanmu dalam 'ubudiyah-mu"

Ibnu Athailah Al-Iskandari

Keinginanmu agar keistimewaan atau kelebihan yang diberikan Allah kepadamu yang berupa ilmu, amal saleh, atau ahwal batin diketahui orang lainadalah  bukti ketidak ikhlasanmu dalam 'ubudiah-mu.

Keikhlasan dalam 'ubudiyah bermakna kau menyingkirkan segala hal yang bernuansa kemakhlukan dan tidak pernah menoleh ke arahnya. Sekiranya engkau tulus menyembah tuhanmu, niscaya kau cukup puas dengan hanya kau diketahui-Nya. Kau juga tidak akan suka jika orang lain mengetahui sebab hal itu dapat membuatnya iri hati kepadamu atas kondisimu akibat pandangannya yang besar terhadap kemakhlukan.

Sebagian ada orang yang suka jika amalannya dilihat manusia. Orang seperti ini riya' dalam amalannya. Barang siapa yang kondisinya ingin dilihat manusia, berarti ia pembohong. Ini biasanya terjadi diawal upayanya meniti jalan Allah (suluk). Akan tetapi jika seorang hamba telah mendapat makrifah musyahadah, tak masalah baginya untuk memberikan amalan-amalannya dan menampakkan kebaikan ahwalnya karena hal itu bertujuan UNTUK MENUNAIKAN HAK SYUKURNYA KEPADA ALLAH SERTA AGAR BANYAK ORANG MENGIKUTI JEJAKNYA.

Pada awalnya, ahli tarekat membangun prilaku mereka atas sikap menjauh dari makhluk, menyendiri dengan yang maha haq, dan menyembunyikan amal dan ahwalnya untuk mewujudkan kefanaan mereka, mengukuhkan kezuhudannya, menjaga keselamatan hati mereka, dan ingin mengikhlaskan amal mereka untuk tuhan semata. Sampai ketika keyakinan telah merasuki diri mereka dengan kuat dan mereka telah mendapatkan hakekat kefanaan, jika Allah berkehendak, dia akan menampakkan mereka dihadapan manusia, jika Dia tak berkehendak, dia akan menutupi dari mereka. Keinginan ahli tarekat tidak bergantung pada tampak atau tidaknya amal mereka di hadapan manusia. Mereka hanya mengembalikan segala urusan dan perkaranya kepada Allah semata.

(Buku Syeikh Abdullah Asy-Syarqawi Al-Khalawati)

#Al-Hikam adalah kitab tasawuf tulen, sehingga tak ayal ketika kita menilik inti dari setiap pesannya sungguh bukan hal mudah dijalani orang-orang seperti kita, karena ini semua adalah gambaran gambaran penghambaan para sufi-sufi bertingkat tinggi, bukan kita hamba pendosa. Akan tetapi tak apalah kita  sekali-kali belajar setingkat dari para mereka yang mulia, perlahan-lahan kita petik ilmu-ilmu, dengan pengharapan semoga kelah Allah meridhoi kita menjadi insan yang semakin membaik dari hari keharinya. belajar bukanlah sebuah dosa buka? :)



sekedar angin lalu, laluilah,...!

aku menyukaimu lewat ambisi yang kubangun,...
sedari mereka lalai, aq bersikeras menumpu,...
aku mencuri start,...
lewat batas-batas keterbatasan, aku butuh teman,...
mencari ia, menangkap, dan menguburnya dalam-dalam,
dalamnya hati,...
laihailah ia memantra-mantra temuan, lalu ku dendangkan,...
tak terhitung waktu yang kuhitung,...
tak sabar menanti waktu yang tiba,...
bertemu ambisi dipenghujung jalanan,...
denting pun mengeja nada dipendengaran waktu,...
hey, belum datang waktu mu, adapun mereka datang memimta padamu,..
berguru ambisi,...
darimana mereka tau? katanya, karena dentingmu menggaung lewat telinga-telinga tak bersekat,...
tak ada yang menguncinya rapat,...
hinggapun aku jawab dengan senang hati,...

alurku,
ku percepat saja hingga tiba,...
di ambang waktu untuk aku,...
menemuinya, ambisi,..
hanya,
tiba-tiba ambisiku, 180 drajat kedinginan memanas bergantian,...
memporak-porandakan kelampauan,...
0.1 detik yang ku dahului, terhenti di angka 1 yang membuat semua beriringan,...
dan kini berjalan bersama,...
hey, kamu memiliki ambisi yang tertinggal bukan,?
ia, hanya kini pun aku tak suka berambisi,...
aku suka menikmati tanpa ia yang menggebu2,...
dan tuhan mendengarkan ku,...
dan yakin happy ending ku,...
#dan kau tau akhir dari awal ambisi terawalku,...
ia, benar-benar menjadi awal sebuah cerita tentang suka ku menyukainya,...lagu-lagu itu!

Sajak Rindu KU




rindu,..
bagiku
ia seperti uap 
dalam tanakan
ia mengepulkan hawanya
mendesak-desak, dalam tekanan, menuntut ruang bebas,
hingga kucur-mengucurnya keringat nasi,
tak dapat bernafas, terus berdetak merancu,
tak akan pernah usai
hingga waktu kau matang dan aku menurunkannya dari tungku,dan membuka tudungmu
terkaburlah ia bersama ruang dan bernafas lega,
memeluk pasang perindu,...


seperti rindu mu pun begitu,
berinti memaksa
mengedor-geor gelora jiwa
mengkacau segenap raga
bersabarlah, jangan merancu
jika tak ingin lelah begitu mengucur,
percayalah
ia selalu datang tepat waktu, dan
pada waktu yang tepat,...


tapi nyatanya rindu selalu tak lelah
ia tak mengenalnya
karna ia bukan manusia
hanya perasa yang dibawanya
dan membuat lelahnya manusia,...

Hapus Aku

aku berusaha, menghapus diri dari masing2 indramu,
menghapus aku dari penglihatmu,...
agar sosokku tak mengabur buramkan sapuan pandang mu,


sehingga, kejernihan tetep menjadi milik sorotan mu,
menghapus aku dari pendengarmu,...
agar nada suaku, tak mengusik bisik di sela damai mu,
sehingga melodi nyiur tetap mengalun diberanda gaung mu,
menghapus aku dari penciummu,...
agar aroma hadir ku, tak membau oleh endusanmu,
sehingga semerbak wewangian saja, yang hilir mudik di tarikan nafasmu,
menghapus aku dari perabamu,
agar kau tak susah berpayah menyapa genggam sua,
sehingga kau dapat berpegang, dengan tangan yang kau genggam kokoh,
dan mengapus aku dari perasamu,...
agar kau tak mengicip rasa cinta dari ku,
sehinggka kurasa cukup kau tau asin, asam, manis sebagai cita rasa pengenalmu,

meski kau undang,
tak usahlah aku hadir lewat indra yang ke-6,...
karna aku tau kau tak memiliki, nya,...