Aku sedang menghayati doamu yang kelam
maka diam
menyadari partikel kecil
yang hinggap di gelanggang tubuhmu
jangan bertanya mengapa hanya aku yang menangkap
rona kecut yang mengerucut,
semburat doamu itu isyarat
dan aku bersemayam di atas getar-getir setiap kata
yang kau panjatkan kepada sang maha
sebab aku dilahirkan untuk menyentuh doa
yang paling kelam darimu
maka aku mengadu kepada tuhan
atas luka dan aku kembali untuk menyentuh heningmu,...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar