kenapa harus ada sepi yang begitu mencekam?
pun mencengkram hati kala risau berhias sepi,
hari ini sengaja aku keluar rumah, untuk melihat dunia yang ku
sepikan beberapa waktu lalu,
dan hanya beberapa waktu,
aku tak tau bagaimana udara itu berbeda dan memang tak sama,
aku ingin sekali melemparkan diri menujulang kemudian terbang,
mengucapkan salam kepada insan yang menemaniku beberapa waktu
tadi,
duhai takdir yang begitu sempurna
dengan sengaja Ia ciptakan kepada
semua hambaNya,
hingga kemudian aku selalu tak pernah mengerti terhadap apa yang
aku inginkan,
aku selalu gagal untuk menjadi orang yang sempurna di
tengah-tengah,
sebab beberapa waktu yang lalu aku sempat berpikir bahwa yang
memilih jalan tengah adalah orang yang tak berpendirian,
tak punya prinsip!
maka memilih jalan tengah
tak ku perhitungkan,
sekarang kerisauan kembali menggema, pun mengundang makhluk
dipelupuk mata,
duhai aku harus bagaimana?
apa selamanya aku harus bergejolak?
sebab katanya aku harus mengikuti kata hati?
dan hatiku pun bergejolak,
sampaikan salamku pada hening,
bahwa aku sedang bertanya kenapa,...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar