ini adalah sepenggal rasa tentang keduanya,
adalah enggan,
sama-sama enggan,
adalah berat,
sama-sama berat,
adalah haru,
sama-sama haru,
biru, deru, rindu,
aku enggan ketika perawalan,
kamu tau kan beratnya adaptasi?
iya, merasa asing, terasingkan sekalian,
selalu sendiri, disendirikan sekalian,
disinilah letak keengganan di perawalan,
bak hukum biologi tentang seleksi alam,
aku harus bertahan,
hingga aku berhasil di perhitungkan,
begitupun dengan pungkasan,
memiliki rasa yang sama,
enggan, berat, jua haru,
sedemikian dekatnya dengan hasil adapatasi,
sedemikian pula waktu perpisahan segera mengisi,
ibarat memutus rantai-rantai yang kau simpul,
mengapa?
biar pungkas selalu ada,
ibarat hidup,
biar rindu ikut menyerta,
sebab bukankah bosan hendak menyelinap,
jika kebersamaan hendak mengabadi?
ini bukan hendak berbicara tentang konsekuensi hati,
ini tentang pertemuan yang begitu singkat menyapa hati,....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar