dan waktu menjemputku dengan tiba-tiba
melunturkan rasa-rasa yang sempat menghimpit ini,
bukan duka jua lara tentang kita,
sebab tak pernah merongga aku dengannya,
lama-lama kelamaan tentang rentang waktu yang begitu
lama,
sungguh ampun begitu meluntur,
sebab takdir mewujudkan aku berdiri untuk merindukan
yang bukan kamu,
riuhnya masa berkeliar dikelindannya hidup,
memaksa aku menemukan yang selalu baru,
meskipun itu kamu,
adalah baru dengan rasa yang begitu lama,
namun tak selama sebentuk ulasan rasa yang
terkala,...
sebab apa yang
berlalu selalu terlena, kan,...
kepingan ini memudar,
hingga abu-abu, seakan menebar dan tanpa kabar,
aduh aku tak
memahami tentang menjaga hati,
bak rindu yang selalu berganti,
biar aku lelap dahulu
hingga kudapati arti rinduku padamu saat ini,...
yang masih “akan” kah?....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar