aku
memegang segelas air penuh,
uniknya,
aku dapat melihat kejernihan air tersebut dari luar
sebab aku
menggunakan gelas kaca,
sama
persis seperti yang kau punya,
pemberianmu
sediakala
ku jaga
dan ku rawat baik-baik!
tak pernah
aku mensejajarkannya dengan yang semacam apapun
bahkan
memerhatikan garak-gerik air
menjadi
ritual sebelum aku meminumnya
dan aku
senang
sempat-sempat
malah aku pernah tak sampai meneguknya
keterlaluan,
dengan
gelas kacamu
aku memiliki
sensasi meneguk hati
bukan
sebagai sesuatu yang biasa di miliki
dalam
perjalanan ku mewanti-wantinya
kemudian
gelas tersebut jatuh
berikut
serpihan-serpihannya mengaung pyarrr
di lantai
yang mana ku tahu akan terjadi,
dan
selepas
itu tak ada yang mau memberiku segelas kaca yang sama dengan milikmu
bahkan
kamu
semenjak
itu aku tak pernah lagi meneguk air
bagaimanapun!
mari kita
mati bersama-sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar