Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Kamis, 30 Juli 2015

Segelas Kaca Dan Puing-Puing Yang Berserak



aku memegang segelas air penuh,
uniknya, aku dapat melihat kejernihan air tersebut dari luar
sebab aku menggunakan gelas kaca,
sama persis seperti yang kau punya,
pemberianmu sediakala

ku jaga dan ku rawat baik-baik!
tak pernah aku mensejajarkannya dengan yang semacam apapun
bahkan memerhatikan garak-gerik air
menjadi ritual sebelum aku meminumnya
dan aku senang
sempat-sempat malah aku pernah tak sampai meneguknya

keterlaluan,

dengan gelas kacamu
aku memiliki sensasi meneguk hati
bukan sebagai sesuatu yang biasa di miliki

dalam perjalanan ku mewanti-wantinya
kemudian gelas tersebut jatuh
berikut serpihan-serpihannya mengaung pyarrr
di lantai yang mana ku tahu akan terjadi,
dan
selepas itu tak ada yang mau memberiku segelas kaca yang sama dengan milikmu
bahkan kamu

semenjak itu aku tak pernah lagi meneguk air
bagaimanapun!
mari kita mati bersama-sama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar