Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Kamis, 30 Juli 2015

Perjalanan Mencari Cahaya


suatu hari, dalam perenungan pajang,
lewat alas yang terbentang,
aku mendapati sebilah cahaya yang telah terbuka oleh manusia yang berlalu melangkah,
maka, dalam gelap yang seblumnya, tiba-tiba suasana menjelma bermandikan terang,
celah itu miliknya, namun sinar itu aku yang menikmati,
ia melangkah tanpa jejak,
hingga di waktu yang sudah-sudah
aku tak pernah lekang dari derap-derap renung,
entah melamun atau sekedar mengkhayal,

terang itu terlampau menyilaukan,

dan diwaktu yang tak pernah dinanti,
sebilah cahaya itu sirna,
oleh sapuan manusia yang bukan kemarin,
dan kedatanganya hanya untuk itu,
menghapus celah cahaya yang sempat ku nikmati,

hingga tibalah duniaku yang layaknya kemarin
penuh kegelapan,
seok usang,
dan kemudian merenung,
kembali,

oleh gelapnya,
kini aku mengurungkan mata untuk kembali terbuka,
sebab takutku,
akan ada yang datang untuk membuka tabir semu,

tak ubah kemudian aku memejam mata,
namun jua tak kunjung lelap,
sebab sekali aku mencoba,
banyak yang mengusik berisik,
dan menutup mata tak selalu mengartikan bahwa akan lekas terhimpun,

dalam jangkauan gelap yang panjang,
dan lika-liku yang terperang,
aku berharap menemukan cahaya,
begitu terang dan melebihi  banyak terang,
bukan dari celah manapun yang dibawakan seseorang,
yang cahaya itu terlahir dari jiwa yang telah menyatu,
lelap dengan cinta-cinta yang terpanjat dalam setiap renungan,
yang semakin dalam memejam, cahaya itu kian terang,...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar