Muhasabah Qolbu

Muhasabah Qolbu

Selasa, 03 Desember 2013

Menilik Kerelevanan Ujian Nasional di Indonesia

Menilik maraknya kecurangan dalam mengerjakan ujian nasional di setiap waktunya,  selalu menimbulkan pertanyaan mengenai masih relevankah ujian di gunakan sebagai patokan atau standar kelulusan bagi kelulusan siswa siswi Indonesia?. Hal ini selalu menjadi perdebatan dan perbincangan hangat di setiap datangnya musim ujian nasional. Meskipun selalu diperdebatkan keadaannya, hingga kini pun ujian nasional masih tetap dipertahankan, karena mungkin itulah solusi yang tepat untuk saat ini.
            Adapun bentuk kecurangan itu sendiri tak hanya datang dari siswa yang membeli atu mencari kunci jawaban soal, tetapi juga datang dari guru-guru yang khawatir akan nasib para siswanya, dengan cara bekerja sama dengan para pengawas-pengawas yang bertugas dimasing-masing sekolah ataupun dengan cara klasik lainnya. Selain dari golongan siswa dan guru, kecurangan juga terjadi pada lapisan pemerintah itu sendiri, untuk memperoleh keuntungan individu. Selain problem kecurangan itu sendiri masalah lainnya juga datang dari sisi pantaskah waktu ujian yang singkat itu menjadi barometer bagi kelulusan siswa siswi di Indonesia?. 
            Melihat realita tersebut pemerintah menyikapi ujian nasional menjadi lebih ketat dan sukar. Yaitu,  dengan menaikkan standar nilai kelulusan serta memberikan paket soal yang lebih banyak dibanding tahun-tahun yang lalu, agar para siswa tak dapat bekerjasama dalam mengerjakan soal. Dan untuk menyikapi kecurangan dikalangan guru dan pemerintah itu sendiri sedari dulu pemerintah menetapkan sangsi berupa hukuman tahanan maupun denda bagi sang pelaku kecuranagan. Dengan adanya kebijakan ini kecuranagn-kecuranag pun dapat “sedikit” terkurangi. Dan untuk menanggapi sisi singkatnya waktu ujian yang menjadi patokan, pemerintah mengambil jalan bijak denngan menyertakan nilai rekap rapot sebagai andil dalam penentu kelulusan. Meskipun kebijakan ini dapat memperuntungkan sekolah-sekolah unggulan yang notabenya sedari dulu sudah mematok nilai tinggi untuk para siswanya. Tetapi,  secara umum juga banyak diterima oleh masyarakat sekolah.
            Pada dasarnya tujuan diadakan ujian nasional itu sendiri adalah untuk memajukan pendidikan di Indonesia itu sendiri agar  tidak menjadi terbelakang dari negara-negara lain.  Dengan patokan nilai yang tinggi sebagai syarat kelulusan dan banyaknya paket untuk masing-masing ruang, diharapkan para siswada tidak menyepelekan ujian nasional. Selain itu  juga mengajari para siswa kelas awal agar menyiapkan mental untuk masa ujian di waktu mendatang. Sehingga sedari awal sekolah, mereka diharapkan untuk selalu giat belajar dan aktif berangkat sekolah. Meskipun dampak negatif dari ujian nasional itu pasti ada, akan tetapi melihat sisi kemanfaatan untuk Indonesia di masa yang akan datang, ujian nasional, masih relevan untuk digunakan.

Dan apabila sistem ujian nasional dihapus maka dapat dipastikan semangat belajar para siswa akan menurun, karena merka beranggapan mereka dapat lulus dengan mudah. Maka dari itu ujian nasional masih relevan untuk digunanakan sebagai standar kelulusan di Indonesia saat ini. Karena, mental peserta didik di Indonesia harus di latih disiplin. Agar kedepan indonesia dapat mencetak generasi yang jujur dan berwawasan intelektual. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar